Laman

Rabu, 18 Agustus 2010

RAMADHAN ADALAH BULAN PERJUANGAN, JANGAN MALAS DAN BANYAK TIDUR

Para pembaca yang diramhati Allah, diantara kekeliruan yang diyakini atau dilakukan kebanyakan orang dibulan Ramadhan adalah: bahwa Ramadhan adalah kesempatan untuk bermalas-malasan, apalagi disejumlah negara jam kerja dikurangi dibulan Ramadhan sehingga mereka mengira bahwa itu merupakan kesempatan untuk banyak tidur dan santai. Apalagi mereka membenarkan perbuatan mereka dengan berdalilkan hadits :


عن عبد الله ابن أبي أوفى رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : نوم الصائم عبادة و صمته تسبيح و عمله مضاعف و دعاؤه مستجاب و ذنبه مغفور .

Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiallahu anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya adalah tasbih, amalannya dilipat gandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni “

Hadits ini dikeluarkan Imam Baihaqi dari haditsnya Abdullah bin Abi Aufa radhiallahu anhu kelihatannya Imam Baihaqi yang mengeluarkan hadits ini menetapkan keshahihannya, padahal sebaliknya, beliau meriwayatkan hadits tersebut disertai dengan komentar beliau diakhirnya : Ma’ruf bin Hasan – yakni salah satu perawinya – lemah, dan Sulaiman bin Umar An-Nakha’ie lebih lemah darinya.

Berkata Al-Hafiz Al-Iraqi : didalam sanadnya ada Sulaiman bin Umar An-Nakha’ie salah seorang pendusta.

Saya katakan: didalamnya juga ada Abdul Malik bin Umair dimana Adz-Dzahabi menyebutkannya dalam kitab “ Adh-Dhu’afa “.

Berkata Imam Ahmad : haditsnya mudhtharib (tidak tetap).

Berkata Ibnu Ma’in : selalu mencampur adukkan.

Berkata Abu Hatim : dia bukan seorang Al-Hafidz.
Hadits ini juga dilemahkan oleh Syeikh Albani dalam kitab “ Dhoiful Jami’ (no :5972).

Kesimpulan:

Kesimpulannya bahwa derajat hadits ini tidak shahih, tidak pula hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bisa jadi lemah atau bahkan maudhu’, jadi tidak bisa dijadikan sebagai hujah.

Seandainya hadits ini bisa dijadikan hujah tentu maknanya adalah : Sesungguhnya ketika orang yang berpuasa menghadapi perkara-perkara yang bertentangan dengan hikmah puasa akibat pergaulan dengan masyarakat seperti penyakit dusta, ghibah, melihat kepada yang haram dan semacamnya, lalu dia tidak mampu meninggalkan perbuatan tersebut meski sudah berusaha sekuat tenaga, maka tidurnya disiang hari akan menghindarkannya dari perkara-perkara yang mungkar tersebut, dan itu termasuk salah satu bentuk ibadah.

Dari sisi lain, orang yang lebih mengutamakan tidur ketimbang kegiatan positif yang produktif bertentangan dengan perintah agama, yaitu kewajiban memanfaatkan enerjinya untuk amal kebaikan, demikian juga bertentangan dengan perintah agama yang melarang kita dari sifat lemah dan malas dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Abu Umamah radhiallahu anhu supaya memohon dijauhkan dari kedua sifat itu sehingga terlepas dari kesedihan dan dapat membayar hutangnya sebagaimana riwayat Abu Dawud.

Maka islam adalah agama yang aktif dan produktif. Orang yang berpuasa bisa beraktifitas sesuai kemampuannya. Bahkan para sahabat pun tidak berhenti bekerja walaupun mereka sedang berpuasa, bahkan peperangan-peperangan yang besar terjadi dibulan Ramadhan, terutama perang Badar, Fathu Makah dan lain-lain.

Bulan Ramadhan merupakan bulan ibadah baik siang dan malam, adapun malam dengan sholat tarawih dan membaca Al-Quran, sedangkan malam dengan berpuasa dimana keduanya dapat menjadi syafaat bagi pelakunya di hari kiamat sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengenai keduanya :


فقال صلى الله عليه وسلم "الصيام والقرآن يشفعان للعبد يوم القيامة، يقول الصيام : يا رب منعته الطعام والشهوة بالنهار فشفعنى فيه ، ويقول القرآن : منعته النوم بالليل فشفعنى فيه ، فيشفعان " رواه أحمد والطبرانى والحاكم وصححه ،

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ puasa dan Al-Quran dapat menjadi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat, berkata puasa : Yaa Robku aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat di siang hari, maka jadikanlah aku syafaat baginya, dan Al-Quran berkata : Yaa Robbku aku telah menghalanginya tidur diwaktu malam, maka jadikanlah aku syafaat untuknya, maka keduanya dapat memberi syafaat “
HR Imam Ahmad, Thabrani, dan Hakim dan dishahihkannya.

Namun seandainya seseorang tidur sepanjang hari maka puasanya tetap sah asalkan dia mengerjakan sholat tepat waktunya, meskipun tidak sejalan dengan hikmah puasa yaitu berjihad melawan hawa nafsu.

Dalam hadits diatas ada isyarat seandainya malam yang sebenarnya merupakan waktu istirahat saja diisi dengan qiyamul lail dan membaca Al-Quran, maka sudah sepantasnya siang yang bukan merupakan waktu tidur digunakan untuk kegiatan amal sholih yang bermanfaat sesuai dengan kemampuan.

Jadi sebenarnya tidak ada istilah istirahat dari beramal bagi seorang muslim, karena masih banyak yang kita tinggalkan dibelakang dan harus disempurnakan.

Allah Ta'alaa berfirman:(Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain) [QS Al-Insyirah:7].

Mudah-mudahan Allah Ta'alaa memudahkan amal ibadah kita semua terutama di bulan Ramadhan ini. Amin.

Wallahu a’lam bishowab.


(ar/voa-islam.com)
TENTANG RAMADHAN YANG WAJIB DIKETAHUI

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya.

Ramadhan memiliki kedudukan yang agung di mata kaum muslimin. Hati mereka merasa bahagia dan senang ketika Ramadhan akan datang. Semangat untuk berbuat baik dan melaksanakan ketaatan meningkat. Menggelora semangat dalam jiwanya yang diikuti badannya sehingga merasa ringan melaksakanan ketaatan dan meninggalkan kemungkaran.

Pastinya, perasaan ini akan dirasakan setiap muslim, selemah apapun imannya. Karena Ramadhan adalah bulan untuk melunakkan hati dan menentramkannya. Masa untuk saling tolong menolong dan bekerjasama dalam berbagai kebaikan dan ketaatan serta melaksanakan kebajikan-kebajikan. Pada bulan itu tergambar persatuan umat dalam beberapa aktifitas, seperti buka puasa bersama yang diadakan di rumah-rumah yang tidak biasa ditemukan di luar Ramadhan. Pemandangan serupa juga dapat ditemukan dalam pelaksanaan shalat Tarawih. Masjid-masjid dipenuhi jamaah saat shalat Shubuh yang tidak biasa ditemukan di luar Ramadhan pada zaman kita sekarang. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa Ramadhan memiliki nilai dan kedudukan mulia di hati umat Islam.

Sesungguhnya penghormatan dan perhatian umat Islam terhadap Ramadhan tidaklah sama. Sebagiannya lebih atas yang lainnya sesuai dengan pengetahuan dan ilmu serta semangat mereka dalam menghidupkan bulan mulia ini. Karenanya, pada tulisan ini kami akan suguhkan beberapa perkara yang menerangkan tentang seluk beluk Ramadhan sehingga lebih berkesan di hati kita.

Sesungguhnya penghormatan dan perhatian umat Islam terhadap Ramadhan tidaklah sama.

Sebagiannya lebih atas yang lainnya sesuai dengan pengetahuan dan ilmu serta semangat mereka dalam menghidupkan bulan mulia ini.

Apa itu bulan Ramadhan?

Pertama, bulan Ramadhan adalah bulan kesembilan dari urutan 12 bulan yang di sisi Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi, juga sesuai urutan yang telah ditetapkan oleh Umar bin al-Khathab radliyallaahu 'anhu.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” (QS. Al-Taubah: 36)

Kedua, bulan yang Allah pilih untuk menurunkan Al-Qur’an di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ketiga, bulan di mana Allah mulai mengutus Nabi dan utusannya, Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam.

Keempat, bulan yang Allah jadikan darinya sampai Ramadhan berikutnya sebagai penghapus dosa di antara keduanya.

Imam Muslim telah membuat satu bab dalam kitab al-Thaharah, “Bab Shalat lima waktu, satu Jum’at ke Jum’at lainnya, satu Ramadhan ke Ramadhan laiannya sebagai penghapus (kesalahan) di antara keduanya, selama dosa besar dijauhi.” Di dalamnya, beliau menyebutkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“(Antara) shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan, terdapat penghapus dosa-dosa, selama tidak melanggar dosa-dosa besar." (HR Muslim, no. 233)

Kelima, bulan yang apabila sudah masuk malam pertamanya terdapat banyak kebaikan. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab al-Shaum, dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ

“Apabila telah datang Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibula.” (HR. Bukhari, no. 1898)

Dan dalam satu riwayat lain, masih dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

"Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit dan ditutuplah pintu-pintu Jahannam, serta dibelenggulah para syaithan." (Muttafaq ‘alaih)

Jika telah datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu langit dan ditutuplah pintu-pintu Jahannam, serta dibelenggulah para syaithan. (al-hadits)

Keenam, Bulan yang Allah jadikan sebagai solusi bagi pelaku pelaku dosa dan kesalahan, juga bagi pemburu surga dan derajat tinggi dalam beragama.

Imam Bukhari dalam kitab Al-Tauhid, dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, baik dia berhijrah fi sabilillah atau duduk (tetap tinggal) di bumi kelahirannya.” Mereka bertanya, “Ya Rasulallah, bolehkah kami memberitahukan hal itu kepada manusia?” Beliau bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِ اللهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ أُرَاهُ فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya di dalam surga itu ada 100 derajat (tempat) yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk para mujahid di jalan Allah, antara dua derajat seluas langit dan bumi. Dan apabila kalian memohon kepada Allah maka mohonlah surga Firdaus, karena sungguh dia terletak di surga yang paling tengah dan paling tinggi, di atasnya adalah ‘Arsy Allah Yang Maha Pemurah dan dari situlah terpancarnya sungai-sungai di surga.” (HR. Al-Bukhari)

Dalam riwayat Muslim, Kitab Shalah al-Musafirin, dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa Ramadhan didasari iman dan hanya berharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih)

Ketujuh, bulan yang Allah jadikan umrah di dalamnya seperti haji. Bukan itu saja, bahkan seperti haji bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Al-Hajj, dari ‘Atha berkata, Aku mendengar Ibnu Abbas radliyallaahu 'anhuma mengabarkan kepada kami, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang wanita dari Anshar (Ummu Sinan), “Apa yang menghalangimu untuk berhaji bersama kami? Lalu wanita tadi menyampaikan alasannya karena kendaraannya dipakai jihad fi sabilillah. Kemudian Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِي فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Apabila telah datang Ramadhan, berumrahlah. Karena umrah pada bulan Ramadhan (pahalanya seperti) haji.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, “Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain lagi, “Karena sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan menjadi pengganti (dalam pahala-red) haji atau haji bersamaku.” (Muttafaq ‘alaih)

Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji” adalah dalam pahala, bukan pelaksanaannya menempati kedudukan haji yang bisa menggugurkan kewajiban haji berdasarkan ijma’ bahwa umrah belum cukup dan tidak bisa menggantikan kewajiban melaksanakan haji.

Ibnu al-Arabi berkata, “Haji tentang umrah ini adalah shahih dan merupakan karunia dan nikmat dari Allah. Dan umrah menyamai haji karena digabungkan dengan Ramadhan.”

Ibnu al-Jauzi berkata, “Di dalamnya, bahwa pahala amal akan bertambah dengan kemuliaan waktunya seperti bertambahnya pahala dengan kehadiran hati dan tujuan yang ikhlas.”

Umrah di bulan Ramadhan menyamai haji adalah dalam pahala, bukan pelaksanaannya menempati kedudukan haji yang bisa menggugurkan kewajiban haji . .

Kedelapan, Bulan yang di dalamnya Allah adakan satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan dalam urusan dien dan amal hamba yang shalih.

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 3)

Imam Bukhari meriwayatkan dalam Kitab Shalah al-Tarawih, dari Aisyah berkata, “Adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam apabila sudah masuk di sepuluh hari terakhir dari Ramadhan bersabda,

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

Dan dalam riwayat Muslim disebutkan pendapat Ubay bin Ka’b tentang keyakinannya bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke 27. Pada saat itu, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk menghidupkannya. Beliau juga menyebutkan tanda-tandanya, yaitu pada pagi harinya langit terlihat putih terang, tidak ada cahaya matahari yang berserakan.

Kesembilan, bulan Ramadhan adalah bulan terbaik baik kaum mukminin dan menjadi bulan terburuk dirasakan kaum munafikin.

Kalau kita perhatikan, maka orang-orang mukmin melaksanakan beberapa amal kebaikan dan menyiapkan zakat hartanya untuk dia infakkan di bulan Ramadhan. Mereka menyiapkan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sekaligus menyiapkan juga untuk membantu fakir miskin. Mereka juga berlomba-lomba memberi santapan berbuka bagi shaimin.

Pada ringkasnya, bahwa bulan Ramadhan menjadi nikmat bagi orang mukmin dan bencana bagi orang fajir dan munafik. Wallahu a’lam.

Sebaliknya, orang-orang munafik, mereka menyiapkan tontonan-tontonan film, hiburan, dan berbagai permainan. Pada ringkasnya, bahwa bulan Ramadhan menjadi nikmat bagi orang mukmin dan bencana bagi orang fajir dan munafik. Wallahu a’lam. (PurWD/voa-islam.com)
WAJAH SURAM DUNIA MATERIALISME KITA

Dunia modern, semua urusan, dihitung atas untung atau rugi. Seolah tak ada pertemanan permanen. Itulah wajah suram materialisme

Oleh: Shalih Hasyim*

SEKALI waktu, tengoklah sepanjang Jalan M.H. Thamrin dan Jendral Sudirman di Jakarta. Antrian orang-orang yang tersekap dan terpenjara di balik kaca-kaca mobil, dan terpelanting dalam kerumunan.

Para eksekutif muda yang mengejar karir duniawi, tak sempat bersantai dan makan di rumah bersama orang-orang terdekatnya.

Dia harus membawa roti yang telah disiapkan pembantu dan harus di santapnya dengan mencuri waktu, sembari mengendarai mobil, diiringi oleh gemerisik musik hard rock yang melantun di car setereo yang mutakhir. Sementara itu segerombolan manusia terantuk-antuk di dalam bus yang padat dan pengap. Di dera oleh kecemasan, sambil terus berjuang menitipkan badan walaupun berdesak-desakan, sembari terus mewaspadai ada tangan-tangan jahil yang membongkar dompet celana saku belakang.

Sekelumit pemandangan tadi, menganggambarkan bagaimana hidup didera dengan segudang keinginan, obsesi-obsesi, dipacu dan di buru oleh tetek bengek yang terasa semakin tidak perlu.

Hidup yang retak-retak, terbelah, tidak utuh lagi. Hidup dalam perlombaan dan persaingan yang ketat, tetapi tidak sehat. Hidup selalu berjejal-jejal, berhimpitan, tetapi tidak ada kedekatan, erat dan keakraban hati. Saling membelakangi, saling memarahi, saling mendengki, saling menindas, saling adu otot. Manusia bagai serigala yang lain.

Dunia kita yang sangat luas ini, akhirnya terasa sempit. Dunia yang terang benderang kita terasa gelap. Dunia kita yang ramai ini terasa sepi. Dunia yang dipadati masyarakat sipil ini, sesungguhnya berkarakter militer. Penduduk yang sehat secara pisik, tetapi ruhaninya sakit, kurus. Dunia yang maju dalam iptek, tetapi berada di pinggir pada aspak imtaq.

Dunia yang maju dalam berbagai bidang, tetapi terbelakang dalam bidang akhlak. Dunia yang kita harapkan bisa membasahi kerongkongan ini, setelah diperoleh dan berlebih, terbukti hanya fatamorgana, menipu.

“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Ayat ini menjelaskan, sesungguhnya, orang-orang kafir --karena amal-amal mereka tidak didasarkan atas iman, hanya mengejar kepentingan dunia saja-- tidaklah mendapatkan balasan dari Allah SWT di akhirat walaupun di dunia mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amalan mereka itu. Tapi tidak sebanding dengan balasan di akhirat.

Dunia modern adalah lukisan wajah yang selalu suram, murung, yang tersisa hanya satu pilihan pahit. Kita harus bertanding, dan harus menjadi pemenang, menjadi number one, atau sebaliknya menjadi pecundang. Sakti atau mukti (menjadi pemenang atau bercerai dari dunia ini selama-lamanya).

Semuanya harus dihitung secara rigit, untung atau rugi. Bangkrut atau jaya secara material. Tiada ada pertemanan yang bersifat permanen, yang abadi adalah kepentingan duniawi, pengaruh, tahta dan wanita. Kemanusiaan adalah sebuah komoditi, dan kata cinta kasih hanya sebagai hiasan bibir, tak lebih dari lipstik dan kosmetik. Itulah wajah dunia materialis kita yang disulut oleh paham hedonisme, yang berorientasi pada kepuasan sesaat, uang, peluang dan huru-hara. Berjuang identik dengan mengumpulkan beras, baju dan uang. Memproduk UUD akan cepat selesai jika Ujung-Ujungnya Dhuwit.

Janganlah berbicara tentang hari esok. Itu urusan yang belum jelas kepastiannya secara empiris. Kehidupan itu hanya untuk hari ini, kekinian dan kedisinian. Janganlah kamu perdulikan orang lain, dirimu adalah segala-galanya. Kamu tidak ada kaitan langsung dengan mereka. Nafsi, nafsi. Kamu..kamu.. saya..saya. Perkuat dominasi dirimu supaya populer, sekalipun harus nabrak sana…nabrak sini. Ingatlah pameo orang Yahudi, Farriq Tu’rof (yang penting beda, supaya dikenal). Ciptakan kondisi agar semua orang bertekuk lutut di hadapan pengaruh kekuasaanmu.

Fenomena kehidupan diatas gambaran kehidupan kaum sekuler. Yang berusaha secara gigih menceraikan dunia dan akhirat. Memisahkan manusia dari Pencipta. Melepas aspek lahir dari batin. Lari dari kontrol agama. Mereka mempersepsikan agama bagaikan musium purba, untuk menyimpan benda-benda antik. Agama berisi serangkaian aturan yang memenjara potensi manusiawi, kata mereka.

“Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.” (QS. Al-Jatsiyah (45) : 24).

Kaum sekuler memandang waktu adalah uang. Semua aspek kehidupan ini harus dinilai dari sisi materi. Paham inilah yang membidani kehidupan kapitalis, hedonis, konsumtif. Semakin banyak mereka kumpulkan, indikator kesuksesan seseorang. Segala cara dan tujuan adalah legal, jika mendatangkan uang (al-Ghoyatu tubarrirul Wasilah). Pokoknya kehidupan ini serba boleh (ibahiyah). Nilai-nilai moral yang diucapkan hanya sebagai basa-basi.

Dunia bendawi kita gelisah dan tercampak dalam kerumitan. Karena harus menampakkan 10 wajah (dosomuka, Jawa). Beradaptasi dengan segala kondisi, yang penting mendapatkan keuntungan. Transaksi milyaran harus segera dilakukan, sekalipun harus merugikan orang banyak. Orang lain bukan dirinya. Yang menjadikannya survive dalam kehidupan adalah para pesaing dan musuh. Yang kalah bersaing, harus siap diperbudak.

Orang yang kalah dipelihara untuk mendukung ambisinya. Dan bagian dari alat produksi (bukan manusia yang berperasaan) yang terus digenjot dengan target-target keuntungan yang berlipat. Agar bisa mempertahankan status quo, pengaruh dll. Inilah yang menjadikan hubungan sosial antar sesama, kering. Komunikasi antar sesama, tidak care. Orang lain dianggap pesaing, musuh, bukan mitra dan anugrah.

Dengan memandang pihak lain musuh, dan perlu dilestarikan adanya pesaing, agar ada gerak dan dinamika, ada tempat membuang sampah, demi mempertontonkan kekuatan dan keperkasaannya. Jika tidak ada lawan, maka harus berusaha menciptakan lawan-lawan baru. Tidaklah heran, apabila ada beberapa pengamat dunia berpendapat bahwa setelah dunia sosialis dan kapitalis runtuh, negara-negara Barat mencari musuh baru. Konon, mata mereka sedang melirik musuk baru, ummat Islam.

Ummat Islam harus meyakinkan diri dan orang lain, bahwa ada fase kehidupannnya yang telah meraih kejayaannya secara utuh. Memadukan kekuatan dan kebenaran, menyatukan otak dan hati, mensinergikan imtaq dan iptek, menyambungkan jembatan dunia menuju akhirat. Sehingga ummat Islam yang kembali kepada ajarannya yang orisinil dan otentik, ia akan berbahagia di dunia dan selamat di akhirat. Mereka menjadi anak akhirat (ibnul akhirah) yang sukses menaklukkan dunia.

Dunia adalah wasilah (sarana) menuju tujuan akhir (ghoyah, akhirat). Bisa jadi sarana prasarana dihukumi tujuan jika mendekatkan jarak ke akhirat. Sesungguhnya dunia dan seisinya ini tidak berharga, kecuali di dalamnya masih ada peluang untuk istighfar dan taubat. Memohon agar kelemahan demi kelemahannya di tutupi oleh Allah SWT. Sehingga grafik kualitas dirinya terdongkrak. Adakah yang lebih berharga di dunia ini melebihi dari terbukanya peluang untuk menata ulang struktur kepribadian kita ?.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid (57) : 20).

Ummat Islam dituntut sebagai khairu ummah, untuk menyiram benak publik yang sedang lemes, loyo, kurang bertenaga, tidak berstamina, karena serangan berbagai penyakit. Kita harus mampu mengarahkan kehidupan mereka yang terlanjur membuat jiwa mereka terbelah. Kita tidak mungkin mengisolasi diri, berada di balik layar, berada di pinggir dalam panggung kehidupan ini. Ummat Islam dituntut mukhtalithun (membaur dengan mereka), wa lakin mutamyyizun (memiliki keistimewaan). Tidak larut dalam kubangan lumpur materialisme mereka, tetapi melepaskan mereka, agar bisa menikmati dan memaknai potensialisasi dan aktualisasi (kiprah) kehidupan mereka di dunia.

Kita tidak mungkin menyelamatkan mereka, jika kita inklusif dalam kubangan mazhab, partai, ashabiyyah, ananiyyah, suku dan etnis. Seakan-akan kita yang patut memonopoli, memiliki otoritas kebenaran, sekalipun jauh dari kebenaran.

Ada tiga kunci untuk mensukseskan peran yang kita ambil, sebagai penyeru kepada Allah SWT. Yaitu; pertama, bersatu, tegas dalam prinsip aqidah (iman), ushul. Kedua, toleran dalam furu’iyah. Ketiga, Fastabiqul khairat dalam amal shalih (prestasi). Amal shalih yang mengangkat derajat kita dan menghapus dosa kita serta sebagai wasilah kita dalam mengurai kerumitan-kerumitan.

Kita mengedepankan berbagai kesamaan kita, aqidah, ibadah dan akhlaq (tujuan puncak). Tetapi kita menyederhanakan dalam wasilah (media) menuju tujuan. Silahkan kreatif, dinamis, inovatif dalam sarana prasarana. Tetapi, kita harus sami’na wa ‘atho’ana dalam memandang niat, tujuan. Kita kumandangkan slogan : minallah (dari Allah), billah (dengan cara Allah), ilallah (menuju Allah).

Paham material tidak akan berhenti berproduksi untuk menawarkan pahamnya dengan metode super canggih, berbaju teknologi komunikasi. Kuku tajamnya secara halus, pelan tapi pasti mencengkram hati anak-anak kita yang masih lugu, polos. Banyak diantara mereka yang menjadi korban penjajahan duniawi, sehingga terpelanting dari ikatan agama (uculuddin, Jawa), lepas tali agamanya. Na’udzu billah. Pada akhirnya semakin banyak menikmati dunia, bagaikan meminum air laut. Batinnya tersiksa. Karena mengarungi samudera kehidupan tanpa arah, tanpa pegangan.

Budaya materialisme mengantarkan pengagumnya menjadi pemangsa bagi yang lain. Hari ini makan apa, besuk, lusa, makan siapa. Dan, endingnya, apa yang dimilikinya menghancurkan kehidupannya secara total.

“Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, Lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu."(QS. At Taubah (9) : 35).

Semoga, kita bagian dari orang-orang yang rugi, sebagai orang yang akhirnya sia-sia karena mengejar dunia.

*)Penulis adalah kolumnis www.hidayatullah.com
TEGAKKAN "BISMILLAH", SEMUA AKAN MUDAH

Dengan basmalah, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil hingga sungai itu kembali mengalir

Oleh: Shalih Hasyim*

SURAT Al-Fatihah dimulai dengan bismillah tanpa alif, supaya ringan diucapkan. Di sini disebut nama Allah SWT. Induk dari asmaul husna (nama-nama Allah Yang Maha Indah). Nama-nama lainnya mengikuti nama itu. Makna lafazh Allah itu sendiri mengadung makna Yang dipuja dan diibadahi dengan benar, mengabdi dengan puncak cinta dan pengagungan.

Bagaimana bismillah itu bisa merasuk dan menjelma menjadi sebuah kekuatan maha dasyat bagi manusia?

Agar tidak terjadi disconnect dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam surat Al-Fatihah, maka harus memenuhi persyaratan sumber daya manusia yang memiliki pondasi iman yang kuat, mempunyai pribadi dengan cita-cita suci berquran, dirinya sudah ditazkiyah sedemikian rupa, dan spirit berdakwah terus berkobar, maka Allah SWT akan memberi rekomendasi sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu), khalifah-Nya (khalifatuhu). Dengan demikian, kita boleh menggunakan nama-Nya, Allah SWT.

Dengan menyertakan nama-Nya, maka pikiran dan tindakan kita tidak cacat, tidak terputus pahalanya, dan tidak hilang barakahnya. Ajdzam, aqtho’ dan abtar.

“Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan Basmalah, dengan nama Allah SWT, maka ia akan terputus.” (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Kekuatan dan keutamaan basmalah sudah banyak teruji dan banyak ditunjukkan dalam berbagai kisah-kisah. Dengan basmalah, seseorang bisa meruqyah (menjampi) orang yang terkena gangguan jin.

“Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allahlah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (HR. Muslim).

Dengan basmalah Nabi Sulaiman berhasil mendakwahi Ratu Bilqis.

“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Naml (27) : 30).

Dengan basmalah pula, Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Heraclius.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammd Rasulullah, kepada Heraclius Kaisar Romawi. Semoga keselamatan telimpahkan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’dahu, masuk islamlah, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala untukmu dua kali.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud).

Nabi Nuh berhasil naik perahu untuk menyelamatkan kaumnya juga dengan basmalah.

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud (11) : 41)

Marilah kita jujur dan bertanya pada diri kita masing-masing. Mengapa anak-anak kita sulit kita kendalikan? Jangan-jangan, kita tak pernah berdoa dan membaca basmalah saat menggauli istri. Jadilah anak-anak kita jauh dari sinar dan cahaya ilahi.

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Untuk menaklukkan Sungai Nil yang tak mau mengalirkan airnya, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil dengan menggunakan basmalah.

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Umar Amirul Mukminin Kepada Sungai Nil

Apabila engkau mengalir karena kemauanmu sendiri, tak usahlah engkau mengalir. Namun, apabila engkau mengalir karena Allah, aku mohon kepada Allah untuk mengalirkanmu.

Wassalam.

Marilah kita mentradisikan basmalah dalam mengawali semua pekerjaan. Apa saja. Jadilah Presiden, menteri, jaksa, hakim, pengacara, polisi, dengan memulai basmalah. Dan menjadikan “nama Allah” ini menjadi bagian hidup dan kehidupannya. Jangan pernah melakukan pekerjaan apapun, dan amanah apapun sampai jauh dari “basmalah”.

Sebagai muslim kita dituntun memulakan semua pekerjaan dengan basmalah dan mengakhiri dengan membaca alhamdulillah. Karena apapun yang kita miliki, baik berupa harta, ilmu, kekuasaan, pengaruh, semua itu atas fadhal (keutamaan) dari Allah SWT.

“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur (24) : 21).

Selanjutnya selalu menyebar kasih sayang (ar Rahmanirrahim). Kasih sayang akan dicabut, jika masing-masing individu mengejar jabatan, massa, pengaruh, income, dan kepentingan pribadi. Bukan untuk iqamatul haq. Dan menegakkan syariat Islam (maaliki yaumiddin). Karena penguasa langit dan bumi, dunia dan akhirat adalah Allah SWT. Dan mendahulukan kewajiban daripada hak. Menerapkan pola kepemimpinan imamah dan jamaah (iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in). Imam memiliki hak veto, tetapi setiap saat bisa dikontrol, apakah dalam menerapkan kepemimpinannya sesuai dengan syariat.

Dengan basmalah, selalu memuji-Nya, semangat melayani, menyebarkan kasih sayang, mendahulukan kewajiban daripada hak, berimamah dan jamaah, menegakkan syariat, agar kehidupan kita memperoleh jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Nilai-nilai ketuhanan mendominasi di dalamnya. Bukan kecerdasan individu dan kepintaran kolektif, suara minoritas, suara mayoritas, kepentingan pemodal, dan kontaminasi selain-Nya.

Kesimpulannya, dalam surat Al-Fatihah diusahakan tegak kalimat tauhid uluhiyyah, rububiyyah, asma was sifat (bismillah, alhamdulilah, arrahmanirrahim), syariat dijunjung tinggi (maliki yaumiddin), selalu beribadah dan menegakkan imamah shughra dan imamah kubra, diminasinya sistem kehidupan islami (shirathal mustqim), meneladani figur orang-orang yang memperoleh nikmat Islam (menoleh sejarah masa lalu). Dan berlepas diri dari pengaruh Yahudi dan Nasrani. Baik dalam konsep ideologi, pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan, serta pertahanan kemanan.

Jika kalimah tauhid dan sifat-sifat Allah itu telah menjiwai dalam setiap kehidupan kita, pada akhirnya nanti akan melahirkan figur teladan yang telah dijanjikan Allah. Meraka adalah para Nabi, Syuhada, Shiddiqun, Syuhada, dan orang-orang shalih.

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An Nisa (4) : 69).

Penulis adalah kolumnis www.hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah
WAWANCARA DAN PESAN SYAIKH SIRAJUDDIN HAQQANI KEPADA JIHADIS MEDIA

Berikut ini adalah kutipan wawancara Al-Balagh Media dengan Syaikh Sirajuddin Haqqani --semoga Allah menjaga beliau-- tentang media Jihad. Syaikh Sirajuddin Haqqani merupakan putra Syaikh Jalaluddin Haqqani. Saat ini diberi amanah oleh Imarah Islam Afghanistan untuk memerintah wilayah tenggara Afghanistan (Paktia, Khost, Paktika). Berikut kutipan wawancara dengan beliau, semoga bermanfaat.
[...]
Al-Balagh Media (ABM) : Dapatkah kami meminta gambaran dari Panglima Sirajuddin Haqqani tentang masa depan media Jihad?
Syaikh Sirajuddin Haqqani (SH) : Mereka akan terus mendistribusikan rilisan-rilisan yang penting, dan mereka akan mencari cara untuk memperkuat dan meningkatkan kewaspadaan, dan menjangkau pikiran para pemuda dan umat Islam umumnya, dan menunjukkan kepada masyarakat kenyataan tentang musuh mereka.
ABM : Syekh kami, kami ingin meminta Anda untuk langsung memberikan pesan ke media Jihad, selain itu, sejauh mana dampak dari media Jihad?
SH : Para Jihadis Internet perlu untuk meningkatkan tingkat (kemampuan) mereka, mengorganisir diri lebih kuat, bekerjasama, meningkatkan penelitian mereka, dan mempublikasikan materi mereka. Mereka juga harus up to date, dan mereka harus cepat dalam menyebarkan berita dari dunia Jihad Islam, dan mempublikasikan pesan dari para komandan Jihad.
Tujuannya adalah agar karya mereka menjadi sesuatu yang sangat eksklusif, mereka perlu membuat instansi media (non-jihad) lainnya meminta kepada mereka, bukan kita yang meminta (berita) dari mereka. Mujahidin perlu membantu mereka, dan gerakan Jihad perlu meningkatkan distribusi bahan Jihad (laporan, wawancara dll..), dan yang paling penting adalah rilis video resmi.
Selain itu, masyarakat Muslim umum harus membantu mereka secara finansial, teknis dan dengan segala cara lain. Jihad jaringan internet adalah sesuatu yang kita perlu banggakan, dan kita hormati. Kenyataannya adalah bahwa mereka telah melakukan suatu pekerjaan yang hebat.
ABM : Apakah jaringan Jihad media melayani tujuan mereka, atau mereka harus lebih aktif?
SH : Ya mereka melayani tujuan mereka, tetapi mereka perlu meningkatkan keterampilan mereka di segala bidang, dan mereka harus lebih aktif di setiap front.
ABM : Berpa besar peran jaringan media Jihad dalam mendukung Mujahidin, dan menunjukkan kebenaran tentang perang, sengitnya pertempuran yang terjadi di tanah Khurasan?
SH : Ia memainkan peran yang besar dan jaringan media Jihad telah ada di lapangan, tapi kita perlu lebih banyak cakupan dan perhatian.
ABM : Apa peran forum-forum Jihad, dan terutama forum Islam al-Faloja, dalam mengungkap fakta-fakta tentang situasi di tanah Khurasan?
SH : Peranan jaringan media Jihad yang besar dan jelas, dan kami berterima kasih kepada mereka, dan terutama forum Islam al-Faloja, dan sebelum itu al-Hesbah dan al-Ekhlas, dan mimbar jihad , dan ini adalah kesempatan besar untuk mengucapkan terima kasih kepada semua Muslim yang bertanggung jawab atas Media Jihad. Dan aku memohon kepada Allah untuk menerima amal mereka.
ABM : Apakah ada saran yang ingin Anda berikan kepada jaringan media Jihad secara umum?
SH : Saran saya kepada saudaraku (Jurnalis dan wartawan Jihad) dan jaringan media Jihad secara umum, dan Mujahidin, adalah untuk menyelidiki kebenaran kata-kata dan tindakan, dan untuk tidak membesar-besarkan berita. Dan mereka harus menjatuhkan moral musuh, dan memperingatkan orang-orang tentang berita dari sumber-sumber musuh.
Aku meminta Allah untuk membimbing mereka, dan memberkati mereka dengan surga tertinggi di langit. Aku meminta Allah untuk melindungi mereka dan membantu mereka, dan sebenarnya mereka telah menawarkan layanan besar dalam mengekspos kebohongan palsu dari Tentara Salib.


Source: http://arrahmah.com/
MENYINGKAP KEKALAHAN NATO & AMERIKA DENGAN KAMERA MUJAHIDIN
(BABAK BARU PERANG DI AFGANISTAN)


Diantara pikiran yang menarik dari seorang komandan Perancis yang terkenal Napoleon Bonaparti adalah ia lebih mengutamakan memiliki surat kabar dibandingkan satu regu militer. Bagi yang menyaksikan film terbaru yang dirilis oleh bagian media Imarah Islamiyah yakin bahwa memiliki satu kamera yang bekerja di lapangan itu lebih kuat pengaruhnya bagi mujahidin dibandingkan memiliki satu pleton alteleri.

Kejadian yang direkam oleh sebuah kamera tidak akan mungkin bisa direkam oleh sarana lain apapun selain hadir langsung secara fisik di lapangan tempat kejadian. Sebuah gambar yang direkam oleh sebuah kamera terkadang tidak membutuhkan komentar. Bahkan gambar yang paling sempurna adalah yang bisa menjelaskan sebuah kejadian tanpa memerlukan tambahan kalimat untuk menerangkannya.
Penyergapan
Hal tersebut adalah yang paling tampak jelas terlihat di potongan-potongan film tentang penyergapan yang baru dirilis akhir-akhir ini. Meskipun komentar yang digunakan dalam film tersebut memakai bahasa lokal (pusthun & Parsi), namun bagi mereka yang tidak memahami bahasa tersebut pun bisa memahami melalui pesan visual yang disampaikan lewat film tersebut secara utuh kecuali detail persoalan saja yang tidak akan mengurangi hal-hal terpenting di dalamnya sedikit pun.
Film terakhir yang dikeluarkan oleh bagian media untuk Imarah Islamiyah adalah sebuah pesan yang pebuh dengan makna dan maklumat yang dibawa oleh para mujahidin di Afghanistan yang terlihat jelas di dalamnya gambaran nyata tentang jihad dan amaliyah mereka ke seluruh penjuru dunia dan kaum muslimin.
Film tersebut jauh lebih obyektif karena diambil langsung oleh para mujahidin sendiri, bukan diambil oleh para wartawan asing yang tidak punya hubungan dengan mereka bahkan mungkin tidak menaruh simpati dengan urusan yang sedang dihadapi mujahidin.
Boleh jadi proses peliputannya sedikit mengalami proses editing, tapi bisa dipastikan lebih jujur dan obyektif. Dan inilah yang menjadikannya istimewa dan berkesan.
Untuk pertamakalinya para pemirsa bisa menyaksikan dengan jelas dan terperinci tentang taktik (perang dengan metode peledakan) yang digunakan oleh mujahidin melawan pasukan pendudukan. Dimana hal tersebut menyebabkan kerugian yang paling banyak di pihak musuh dibandingkan metode-metode lain.
Sehingga hal tersebut membebani para ahli dan pembuat peralatan militer mereka untuk segera membuat kendaraan militer yang mengangkut para tentara dengan aman dari ranjau dan bahan peledak. Selanjutnya mereka mulai menggunakan kendaraan lapis baja pada daerah-daerah tertentu.
Akan tetapi film-film mujahidin tetap menarik pandangan pemirsa untuk melihat bahwa tentara musuh, melalui penyergapan-penyergapan dan peledakan-peledakan yang ada tetap saja banyak yang terbunuh, baik mereka mengendarai kendaraan militer biasa maupun kendaraan lapis baja.
Bekas-bekas kendaraan tersebut yang hancur terkena bom ataupun ranjau yang direkam oleh kamera mujahidin, meskipun ini baru langkah awal mereka menggeluti dunia fotografer, walaupun fotografer bebas (lepas) akan tetapi foto-foto tersebut telah memindahkan realita ke mata dunia yang selama ini sengaja ditutup-tutupi oleh musuh.
Musuh sengaja melarang sarana-sarana informasi dan media untuk datang langsung ke tempat kejadian sehingga tidak bisa menyebarkan gambar (foto-foto) kekalahan mereka dengan bebas agar bisa dilihat oleh mata dunia. Akan tetapi kamera mujahidin diam-diam telah mengabadikan kondisi kekalahan dan kehancuran pihak musuh.
Kamera mujahidin telah memperlihatkan melalui hasil penyingkapannya lewat foto-foto dan gambar yang ada dan menjadikan kita juga bisa memprediksi, bahwa kerugian musuh dalam hal SDM jauh lebih besar dibanding penjelasan-penjelasan resmi yang mereka rilis.
Penyergapan-penyergapan konvensional yang terlihat dalam film-film tersebut adalah satu bentuk eksistensi yang mengekspresikan babak baru bagi media jihad visual di Afghanistan.
Kaum muslimin dan dunia internasional menyaksikan rekaman beberapa amaliyat penyergapan terhadap rombongan musuh. Hal ini adalah potret akan ketinggian kelas dalam melakukan operasi militer dan inovasi-inovasi taktik yang menunjukkan bahwa mujahidin Imarah Islamiyyah bergerak di atas pijakan warisan kemiliteran dan pengalaman tempur yang diwariskan oleh generasi-generasi terdahulu sejak era jihad melawan Soviet di dekade 80-an.
Memang tampak jelas terlihat di sana kekurangmampuan mujahidin di bidang material dan peralatan, akan tetapi tumpukan kemampuan yang berlipat-lipat dan keberanian bangsa Afghan yang tradisional sudah cukup untuk menutupi kekurangan tersebut. Hal tersebut juga tampak jelas dalam film-film yang ada.
Amaliyat Istisyhadiyah (Operasi Syahid)
Operasi-operasi memburu syahid, yang direkam oleh kamera adalah diantara yang paling menakjubkan yang dipindahkan oleh media informasi. Pastinya film-film tersebut mengungguli film-film komersial yang kita lihat di berbagai media massa.
Sebuah kamera punya waktu lebih lama untuk berbincang dengan para pelaku operasi pemburu syahid. Menampilkan pandangan mereka di luar kalimat-kalimat yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai sebuah pesan kepada umat, dimana mereka menjelaskan melalui pesan tersebut tentang persoalan yang karenanya mereka mau mengorbankan hidupnya.
Satu contoh pelaku operasi memburu syahid dari Khost yang keluar menyerang tentara-tentara salibis yang menghina Al Quranul Karim dan mengotori kesuciannya. Beliau memegang mushaf yang mulia, ia tempelkan ke dadanya dengan penuh kelembutan dan kecintaan, ia tersenyum lembut seakan-akan ia menggendong anak lelaki pertamanya.
Pesan beliau dalam suratnya sangat jelas. Untuk pertama kalinya, dunia melihat seorang pelaku operasi syahid terdorong oleh kecintaannya terhadap kesucian agama untuk mempersembahkan hidupnya dengan tersenyum, seakan-akan ia mempersembahkan hadiah untuk anaknya yang baru lahir.
Ia melihat tentara-tentara pendudukan menembakkan pelurunya ke mushaf seakan-akan ia merasakan, bahwa mereka menambahkan peluru tersebut kepada jantung hatinya, oleh karena itu ia keluar untuk menyerang mereka atas tujuan tersebut ia melaksanakan operasi syahid, ia mengagungkan akan kecintaannya terhadap kitab sucinya.
Para pelaku pemburu syahid di Afghanistan memilih target-target militer terpenting milik musuh, seperti iring-iringan pasikan di jalan-jalan, tempat-tempat aktivitas rutin mereka, maupun pangkalan-pangkalan militernya. Operasi-operasi istisyhadiyah di Afghanistan berada pada tempat yang tepat sebagai salah satu taktik militer yang efektif, dimana Imarah Islamiyyah mengistimewakannya termasuk bagian dari undang-undangnya, yang disebutkan di dalamnya tentang syarat-syarat, adab, maupun kaidah-kaidahnya.
Hal ini membuat amaliah tersebut mampu memberikan buahnya yang diharapkan dan masyarakat sipil pun mampu menghindari dampak distruktif dari operasi tersebut. Sebagaimana undang-undang Imarah menyebutkan seorang pelaku syahid tidak boleh mengarahkan kecuali kepada target terpenting, sehingga disana tidak akan didapati satu nyawa pun mujahid yang terbuang sia-sia tanpa perhitungan atau evaluasi.
Seorang pelaku operasi adalah senjata yang diarahkan kepada titik militer musuh atau alat-alat keamanan yang banyak pengaruhnya, bukan diarahkan kepada sasaran sipil orang-orang yang tidak berdosa. Sebagaimana dia adalah senjata jihad bukan senjata perang saudara. Dalam koridor kaidah-kaidah dan adab-adab yang telah ditentukan oleh undang-undang jihad Imarah setiap komandan wilayah bergerak untuk memilih target-target yang layak dieksekusi. Kemudian seorang komandan tersebut memilih seorang pelaku yang sesuai diantara para pelaku yang sudah siap saat untuk melaksanakan operasi tersebut di setiap waktu dan tempat.
Pahlawan Yang Tersembunyi
Kamera mujahidin tidak luput untuk meliput peran masyarakat biasa dalam perang, ia adalah pahlawan yang tersembunyi, meskipun orang tersebut tidak memanggul senjata dan terjun dalam pertempuran.
Seorang mujahid mendatanginya di kebun akan tetapi kali ini dengan membawa kamera untuk meliput dan mewawancarai tentang pendapatnya seputar peristiwa yang sedang terjadi. Maka petani yang sederhana ini yang rumah dan sawahnya hancur terkena rudal musuh menyingkap tentang rahasia kesuksesan perlawanan jihad di Afghanistan. Meskipun embargo internasional dipaksakan di negara tersebut, meskipun invasi internasional yang diikuti tidak kurang dari 40 negara melawan negara yang paling miskin di dunia secara materi akan tetapi paling kaya dari sisi maknawi.
Penduduk Afghanistan mengungkap rahasia dukungannya kepada putra-putra mereka yang memanggul senjata, dan ia juga menjelaskan mengapa mereka mendukungnya dengan apa saja yang ia miliki, meskipun apa yang mereka miliki sangat sedikit karena dalam kondisi perang dan embargo.
Seorang warga Afghanistan yang miskin ini yang telah kehilangan rumah dan kebunnya, dan boleh jadi telah kehilangan anak dan anggota keluarganya turut membantu pembiayaan perang meskipun ia tinggal seorang diri, akan tetapi seluruh dunia akan turut serta merasakan buah kemenangan jihad atas kekejian peradaban barat. Sebagaimana yang telah terjadi pada era sebelumnya masyarakat ini mampu mengalahkan imperium Soviet sehingga seluruh negara-negara di dalam Uni Soviet bisa memperoleh kemerdekaan. Hanya saja saat itu ia tetap menghadapi perang saudara antar faksi-faksi mujahidin yang ada.
Saat ini, perkaranya sudah berubah sekarang sudah tidak ada lagi kelompok yang saling bermusuhan atau pun partai-partai yang saling berebut. Fenomena yang menyesatkan dan menipu yang mempunyai niat tersembunyi yang seakan menampakkan kepeduliannya akan Islam, padahal mempunyai niatan yang tersembunyi untuk meraih simpati barat, merebut kekuasaan, pengaruh, dan harta. Imarah Islamiyyah telah membersihkan semua kotoran ini sehingga Imarah harus menghadapi bentuk kekotoran yang lain yang saat ini sedang diupayakan oleh Imarah Islamiyyah Afghanistan untuk dibersihkan (penjajah).
Rintangan Sebenarnya
Otoritas penjajah Amerika melarang kebebasan sarana media informasi dan pers untuk bergerak di medan-medan tempur ataupun di tempat-tempat umum, baik di tempat tersebut sedang terjadi perang atau hanya di lalui pasukan. Otoritas penjajah memonopoli untuk dirinya sendiri hak untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikannya. Sehingga media internasional menjadi penyambung lidah atas nama penjajah. Selanjutnya media-media tersebut sengaja menutup-nutupi tentang hakikat sebenarnya tentang rakyat Afghanistan dan invasi keji yang dilakukan oleh Amerika serta pandangan dan kebohongannya kepada dunia internasional.
Munculnya film-film visual yang dirilis Imarah Islam (pemerintahan Islam) Afghanistan bertujuan untuk membongkar hakikat yang sebenarnya yang terjadi dan menjadikannya bisa diketahui oleh masyarakat dunia. Memang terkadang tidak mungkin menerjemahkan komentar dalam film-film tersebut ke seluruh bahasa internasional, akan tetapi tampilan ringkas yang menggambarkan kondisi lapangan sudah cukup sebagai bahasa internasional yang difahami oleh seluruh dunia dan tidak memerlukan terjemah.
Sebagaimana embargo yang diterapkan di Afghanistan telah membawa dampak positif terpenting dalam sejarah jihad Islam di seluruh dunia bukan hanya jihad Afghan, yaitu bermunculannya gerakan perlawanan jihad semesta yang tidak disetir oleh pihak luar. Sekarang telah datang peran media jihad agar menjadi salah satu variabel penting dan efektif dalam peperangan dan agar menjadi media yang independen global bukan dalam artian kecanggihan sarana, akan tetapi dalam arti bahasa kemanusiaan yang difahami oleh setiap orang dimanapun berada. Pembelaannya terhadap prinsip hak kemanusiaan dengan pemahamannya yang benar jauh dari kekejian korporat-korporat asing yang merampas SDA dengan berbagai macam tendensinya.
Bangsa Afghanistan menunggu kembalinya Imarah Islamiyyah yang mengalahkan invasi barat yang keji, mengalahkan kebobrokan kaum munafiqin yang sekulit dengan mereka. Di atas keinginan yang berkobar olehnyalah amunisi bangsa Afghan akan menyeberangi di atas sungai dari darah para syuhada dan para pelaku istisyhadah.
Demikianlah kamera mujahidin dan kekuatan medianya telah meliput ini semua, maka selamat datang kepada mereka jurnalis jihad yang pemberani.
Allahu Akbar!
Source : Majalah As Sumuud Edisi April-Mei 2010
By: Yusuf Al Indunisi
Arrahmah.Com Translated & Political Division

Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
TUJUAN UTAMA DAKWAH SETAN
Oleh: M. Saifudin Hakim
Di antara bentuk dosa yang dilalaikan dan dipandang remeh oleh kaum muslimin adalah dosa kesyirikan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan sedikit tentang bahaya syirik. Semoga dengan pembahasan ini dapat mengubah pandangan kita selama ini tentang bahaya kesyirikan yang mungkin belum kita ketahui.

Syirik Merupakan Salah Satu Pembatal Islam

Di antara sebab terbesar batalnya Islam seseorang adalah berbuat syirik kepada Allah Ta’ala. Yaitu dengan beribadah kepada selain Allah Ta’ala, di samping juga beribadah kepada Allah, seperti bernadzar kepada selain Allah, bersujud kepada selain Allah, atau meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal-hal yang tidak ada yang bisa memenuhinya kecuali Allah Ta’ala saja. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah [5]: 72)

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang tingkatannya di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Oleh karena itu, kesyirikan adalah dosa yang paling berbahaya, namun banyak dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai muslim dan mengucapkan “laa ilaaha illallah”. Mereka memang melaksanakan shalat dan puasa. Akan tetapi mereka mencampur amal ibadah mereka dengan syirik akbar, sehingga mereka pun keluar dari Islam.

Syirik Merupakan Tujuan Utama “Dakwah” Setan

Tauhid merupakan fitrah yang Allah Ta’ala ciptakan untuk manusia. Setiap manusia yang ada di dunia ini terlahir di atas fitrah tauhid, meskipun dia dilahirkan oleh orangtua yang musyrik. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Dan (ingatlah), ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari tulang punggung mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ’Bukankah Aku ini Rabb-mu? ’Mereka menjawab,’Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’” (QS. Al-A’raf [7]: 172)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidak ada satu pun anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah. Orang tuanya-lah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti seekor hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat (sama persis dengan induknya), apakah Engkau merasakan adanya cacat padanya?“ (HR. Bukhari no. 1385 dan Muslim no. 6926)

Karena manusia dilahirkan di atas fitrah tauhid, maka setan akan berusaha mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyesatkan manusia agar mereka menyimpang dari fitrah tauhid tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya Rabb-ku memerintahkanku untuk mengajari kalian apa-apa yang belum kalian ketahui. Di antara hal-hal yang diajarkan kepadaku hari ini adalah, setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku, maka (menjadi) halal baginya. Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan hanif (menjadi seorang muslim,pen.). Kemudian datanglah setan kepada-Nya yang menjadikan mereka keluar dari agama mereka. Serta mengharamkan hal-hal yang Aku halalkan untuk mereka. Dan juga menyuruh mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangan tentang itu … ” (HR. Muslim no. 7386)

Setan sendiri telah berjanji di hadapan Allah Ta’ala bahwa dia akan berusaha untuk mengubah fitrah yang telah AllahTa’ala ciptakan untuk manusia. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan, ’Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya. Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mereka mengubahnya’. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa’ [4]: 118-119)

Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud ayat,”Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah)”.Adapun pendapat yang paling tepat sebagaimana yang dipilih oleh Abu Ja’far Ath-Thabary rahimahullah adalah,”Mengubah agama Allah.” (Lihat Tafsir Ath-Thabary, 9/222)

Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi rahimahullah menjelaskan,”Sebagian ulama mengatakan bahwa makna ayat ini adalahsetan menyuruh mereka untuk kafir dan mengubah fitrah agama Islam yang telah Allah Ta’ala ciptakan untuk mereka. Perkataan ini dijelaskan dan ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus’ (QS. Ar-Ruum [30] : 30). Maksudnya adalah, janganlah mengubah fitrah yang telah diciptakan atas kalian dengan (mengerjakan) kekafiran”. (Tafsir Adhwa’ul Bayan, 1/341)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata,”Sesungguhnya setiap orang dilahirkan di atas fitrah (yaitu tauhid,pent.). Akan tetapi orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, Majusi, atau yang semisalnya dari fitrah yang telah Allah tetapkan kepada hamba-Nya. Fitrah itu adalah mentauhidkan Allah, mencintai-Nya, dan mengenal-Nya. Setan akan memburu mereka dalam masalah ini sebagaimana binatang buas yang memburu seekor kambing yang terpisah dari kawanannya”. (Tafsir Taisir Karimir Rahman, hal.204)

Dari sini jelaslah bahwa tujuan utama “dakwah” setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Karena ketika manusia sudah terjerumus ke dalamnya, maka batal-lah tauhidnya. Dan ketika tauhidnya sudah batal, maka sebanyak apa pun amal shalih yang diperbuatnya, semuanya akan menjadi sia-sia belaka. Sehingga setan pun tidak mempunyai kepentingan lagi untuk mengganggunya.

Oleh karena itu, kita kadang melihat orang-orang yang berbuat syirik dengan beribadah di makam orang-orang shalih, mereka beribadah dengan melaksanakan shalat, berdzikir, atau membaca Al Qur’an dengan penuh kekhusyu’an. Bahkan bisa jadi mereka beribadah di sisi makam tersebut semalam suntuk tanpa merasa lelah dan mengantuk. Sesuatu yang mungkin sangat sulit dilakukan oleh orang-orang selain mereka. Demikianlah, kekhusyu’an mereka itu tidak lain karena memang setan tidak lagi mempunyai kepentingan untuk mengganggu ibadahnya tersebut. Karena setan sudah mengetahui, bahwa sebanyak apa pun amal ibadah yang mereka lakukan semuanya akan sia-sia belaka dan tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Syirik Merupakan Dosa yang Tidak Akan Diampuni Jika Tidak Mau Bertaubat

Allah Ta’ala berfirman,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang tingkatannya lebih rendah dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Ayat ini menunjukkan betapa berbahayanya dosa syirik karena Allah Ta’ala tidak akan mengampuninya kecuali jika pelakunya bertaubat darinya. Padahal, ampunan dan rahmat Allah Ta’ala sangatlah luas dan meliputi segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Hajj [22]: 60)

Hal ini diperkuat oleh hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang wanita sedang menggendong anaknya sambil memberi makan, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya,“Menurut kalian, apakah ibu ini tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?” Para sahabat menjawab,”Tidak, demi Allah! Dia tidak akan tega, selama dia mampu untuk tidak melemparkan anaknya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Sungguh Allah lebih mengasihi para hamba-Nya dibandingkan kasih sayang ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari no. 5999 dan Muslim no. 7154)

Ayat dan hadits di atas menunjukkan betapa besar kasih sayang dan ampunan Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya, melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Akan tetapi, orang-orang musyrik tidak ikut tercakup di dalamnya. Hal ini menunjukkan begitu besarnya kejahatan dan kedzaliman yang ditimbulkan oleh kesyirikan.

Maka barangsiapa yang meninggal di atas kesyirikan, maka dia tidak akan diampuni. Sehingga hal ini menunjukkan betapa bahayanya kesyirikan. Kita wajib menghindarinya sejauh-jauhnya. Setiap dosa masih mungkin dan masih ada harapan untuk diampuni jika pelakunya tidak bertaubat, kecuali dosa syirik. Sedangkan kesyirikan tidak mungkin untuk dihindari kecuali dengan mempelajarinya dan mengetahui bahayanya. (Lihat I’anatul Mustafiid, 1/95)

Apabila seseorang berbuat syirik kemudian bertaubat dan meninggal di atas tauhid, maka Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya, termasuk dosa syirik. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah,’Hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Inilah sebagian kecil di antara bahaya-bahaya kesyirikan. Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila seseorang sangat takut untuk terjerumus ke dalam perbuatan syirik. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam telah memberikan teladan kepada kita ketika beliau berdoa kepada Allah Ta’ala, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata,’Wahai Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman. Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Wahai Rabb-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan mayoritas manusia’”. (QS. Ibrahim [14]: 35-36)

Ibrahim ‘alaihis salaam berdoa seperti itu, padahal beliau telah memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai kekasih Allah (khalilullah). Meskipun demikian itu keadaan Ibrahim ‘alaihis salaam, beliau tetap mengkhawatirkan apabila dirinya jatuh terjerumus ke dalam perbuatan syirik, karena hati manusia berada di antara jari-jemari Ar-Rahman. Oleh karena itulah, sebagian ulama mengatakan,”Dan siapakah yang merasa aman dari ujian setelah Ibrahim ‘alaihis salaam (tidak merasa aman)?” Karena Ibrahim ‘alaihis salaam mengkhawatirkan dirinya kalau terjerus ke dalam perbuatan syirik ketika beliau melihat banyak manusia yang terjerumus ke dalamnya. Wallahu a’lamu. [At Tauhid edisi VI/01 / 31 December 2009]
Mengembalikan Citra Muslimah

Orang-orang kafir terus-menerus melancarkan serangannya melawan Islam dan kaum Muslimin, juga mengadopsi strategi baru yang didisain untuk menghancurkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menghancurkannya dan keluarganya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa wanita Muslimah adalah tulang punggung Ummat, namun orang-orang kafir terus menyusupi pemikiran wanita Muslimah dan telah mengubah pandangan mereka dari yang seharusnya selalu bersandar kepada perintah dan larangan Allah SWT.

Ada banyak musuh-musuh kaum Muslimah yang mengikuti syetan sampai Yahudi, Nasrani, Musyrikin dan kaum sekularis, yang membawa tujuan yang sama yaitu meracuni pemikirannya dengan kotoran dan propaganda bahwa mereka harus seperti wanita Barat pada hari ini. Di bawah embel-embel kebebasan, wanita Muslimah dimangsa oleh media dan berbagai institut pendidikan seperti halnya kurikulum nasional. Dengan ini, beberapa strategi dan alat digunakan sebagai konspirasi untuk meracuni pemikirannya dengan begitu dia tidak lagi senang dengan tugas utamanya, sebagai seorang ibu atau ibu rumah tangga; tetapi dia ingin menjadi korban penghinaan, pelecehan, dan keburukan di masyarakat sekarang dimana dia tinggal.

Konspirasi Melawan Wanita Muslimah

Majalah baru telah diperkenalkan dengan tujuan mengganti model (idola) yang sholehah, seperti Shahaabiyat (para sahabat wanita) dengan bintang pop dan model cat walk saat ini. Majalah-majalah yang sama juga mempromosikan industri kosmetik dan ide-ide seperti kecantikan, fashion dan ‘kesuksesan wanita karir’, dan membawa ide-ide yang bertolak belakang dengan Islam.

Mereka bertujuan untuk menghancurkan gambaran dari suami Muslim dan membandingkannya dengan orang-orang Barat. Mereka mempromosikan suami Muslim sebagai salah satu orang yang membolehkan suaminya untuk mempunyai sebuah ‘kehidupan’ dan menganggapnya kuno dan ketinggalan zaman, menyatakan bahwa pemikiran dan pandangannya sudah tidak mempunyai nilai sosial di kehidupan sekarang. Sedikit yang menyadari bahwa wanita Muslimah sesungguhnya telah benar-benar memahami hadits yang berbunyi:

‘Istri yang diridhoi olehNya adalah ketika dia mati bisa ke surga melalui semua pintu yang dia inginkan.’

Orang-orang kafir telah mendisain program untuk menjadikan wanita Muslimah masuk ke dalam tendensi pendidikan, sebuah edukasi yang fokus pada “kebaratan” dan jalan untuk mengadopsi kebudayaan-kebudayaannya terhubung langsung dengan keimanannya; selanjutnya, identitasnya bisa menjadi sama dengan orang-orang atau wanita kafir, dan jika itu terjadi, maka dia jelas menunjukkan kelemahan imannya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa,

‘Dia bukan golongan kami yang mengikuti Kuffar (Orang-orang kafir).’

Mereka menggunakan sabun untuk mengaburkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menjadikan dia seorang yang materialistis. Mereka bahkan memperpanjang untuk mengartikan sabun ini ke dalam bahasa yang wanita Muslimah mengerti dalam bagian dunia yang berbeda.

Ibu rumah tangga ditawarkan alternatif yang lebih baik seperti pendidikan dan entertaimen dan dijamin bahwa entertaimen ini tidak berdasarkan syari’ah. Sebagai contoh pergaulan bebas yang lazim pada saat alternatif itu ditawarkan. Muslimah selanjutnya, akan memahami perkataan Nabi SAW ketika beliau berkata,

“Wahai kaum laki-laki dan perempuan, pisahkan diri kalian; tidak diperbolehkan bagi kalian berada di tempat yang sama.

Wanita Muslimah diinformasikan tentang hak mereka di Barat dan mengatakan bagaimana mereka menjadi wanita bebas dan mereka seharusnya tidak seperti budak. Namun, bagaimana ini bisa menjadi mungkin ketika Muslim, mengabaikan apakah mereka pria dan wanita, adalah seorang ‘hamba’ Allah?

Muslimah didorong untuk menyerukan persamaan dengan laki-laki dan dia sering mengatakan bahwa agama yang mengajarkannya. Namun, Muwahhidah (seorang wanita dengan tauhid yang lurus) sejati akan mengetahui bahwa jika Penciptanya telah memutuskan sesuatu maka dia akan menaati dengan ikhlas sebagaimana yang dia pahami dari Al-Qur’an Surah 33, ayat 36:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.’

Mereka melukiskan gambaran ibu rumah tangga menjadi rendah dan menyoroti wanita Barat modern. Mereka juga mencoba untuk menanamkan dalam benak mereka bahwa dia tidak membutuhkan perlidungan dari laki-laki manapun dan bahwa ayah atau suaminya bukanlah amir (pemimpin) nya tetapi seseorang yang sama seperti dirinya.

Mereka berkata kepada Muslimah bahwa Muslim laki-laki sangat menindas dan akhirnya Islam menyalahkan perbuatannya menurut kepercayaannya. Mereka gagal membedakan anatara kultur, tradisi dan Dien, dan mempromosikan Islam sebagai sebuah penindasan jalan hidup yang didisain untuk menekan kebutuhan wanita dengan menaikkan derajat pria.

Wanita diajarkan untuk masuk ke dalam pusat kebugaran dan gimnasium kemudian menceritakan bahwa tubuh yang ramping itu menarik selanjutnya menghalangi mereka dari kebutuhan anak karena mereka menjadi lebih tertarik memelihara jari-jari mereka. Namun, Muslimah sejati akan mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah berkata kepada kita bahwa Dia SAW merasa bangga kepada wanita yang pada hari pengadilan yang menikah dan merawat anak-anak mereka, dan dia masih bisa merawat tubuhnya walaupun melakukan ini!

Walaupun hanya sedikit contoh yang telah disoroti di atas, itu menjadi bukti bahwa orang-orang kafir telah mempersiapkan untuk berbuat apa saja untuk mempengaruhi pemikiran Muslimah dengan konspirasi mereka juga agenda busuk yang terus dilancarkan. Namun Muslimah sejati akan berpandangan lurus melewati kebohongan dan pandangan yang salah ini selanjutnya akan memahami realitas bahwa tidak ada ideologi di muka bumi ini dan tidak ada sekolah saat ini yang menghormati wanita Muslimah seperti Islam melakukannya.

Dia akan memahami dan dengan kuat yakin bahwa Syari’ah melindunginya seperti seorang Ibu, anak perempuan, istri, bibi dan sebagainya dan Allah SWT telah memuliakannya dan meberikannya kedudukan yang tinggi di dunia. Dia tidak akan kalah terhadap keinginan-keinginan non-Muslim dan akan terus taat kepada Allah SWT di semua aspek kehidupannya, menjadi seperti ini baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya, dan akan terus meninggikan Kalimah Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda tentang seorang wanita Muslimah,

‘Seluruh dunia adalah perhiasaan, dan sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang sholeh.’

Wallahu’alam bis Showab!

(al muhajirun, 18 april 2010)

Rabu, 19 Mei 2010

Terorisme: Perang Salib Baru?

Istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini? Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan semua partai untuk mendefinisi istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.

Sayang sekali pemerintahan Barat terlalu terburu-buru menyikapi hal ini dengan mengeluarkan sejumlah hukum untuk memerangi terorisme dalam semua aspek kehidupan, juga membatasi gerak teroris dan menguras kering sumber-sumber pemasukan mereka yang pada akhirnya mengeliminasi mereka. Pemerintah Barat juga gagal mendefinisikan apa itu terorisme dan siapa teroris itu? Adakah yang terlihat lebih bodoh daripada melihat lembaga-lembaga pemerintahan seperti DPR dan gereja-gereja mengeluarkan argumen yang satu sama lain saling menentang dalam membahas Teror Bill (Undang-Undang Terorisme di UK, sebagaimana juga Undang-Undang Terorisme di negara-negara sekuler lainnya), tentang siapa yang ditahan dan siapa yang dibebaskan, siapa yang dipenjara dan siapa yang diizinkan untuk bebas hidup di atmosfer bumi ini?

Teror Bill menjadi politik sepak bola antara DPR (House of Representative-DPRnya Inggris) dan pihak gereja. Dalam setiap pertemuan mereka berselisih dan diakhir pertemuan isu-isu tersebut dibuang dan dilupakan begitu saja, walaupun mereka sama-sama marah terhadap terorisme dan pelakunya, akan tetapi mereka tidak menggambarkan siapa teroris itu, siapa yang mereka perangi dan mereka lawan atau siapa yang ingin mereka tawan. Istilah terorisme dilebarkan/diluaskan definisinya dengan kepandaian berbicara mereka dan dengan istilah-istilah kontroversial di era saat ini. Belum lagi jika kita memperhatikan dunia sekitar dari orang-orang yang menggunakan dalih pembelaan dengan dalih "Perang Melawan Terorisme". Kita dapati mereka meluaskan arti tanpa terkecuali pada Muslim yang jujur, ikhlas, benar dan tekun beribadah. Hal ini menimbulkan 100 pertanyaan yang muncul di benak kita berkenaan dengan maksud dan tujuan dari pemerintah Barat dan pemerintahan murtad sekuler lainnya dalam perang mereka melawan terorisme, termasuk pertanyaan, apakah ini perang melawan terorisme (yang tetap tidak terdefinisikan) atau perang melawan Islam dan kaum Muslimin ?

Kita tidak akan menempatkan definisi sesuai dengan Islam karena terorisme sudah menjadi kristal yang amat jelas bagi seorang muslim. Sesungguhnya Islam tidak akan pernah memberikan arti yang bermakna ganda berkaitan dengan masalah apapun. Bagaimanapun dalam analisis singkat ini, kami sepertinya akan menyoroti alasan yang telah dibuat oleh senat di Amerika, PBB dan parlemen-parlemen di Eropa, rumah-rumah dewan dan pihak gereja, serta di negara-negara atau rezim murtad sekuler boneka Barat yang mengklaim ahli dalam menempatkan hukum dan perundang-undangan serta ahli dalam mempermainkan peran Tuhan dalam kehidupan, menunda definisi tersebut untuk diinformasikan kepada kita apa itu terorisme dan siapa teroris itu dengan tujuan agar kita mengakui salah satu pendapat dari mereka.

Kesimpulannya:

(i) Sebagai seorang Muslim kami berfikir bahwa menunda persoalan ini atas definisi terorisme oleh pemerintah Barat disebabkan oleh dalamnya akar historis perang salib, diniatkan atau tidak, secara fakta melawan Islam dan kaum muslimin karena mereka tidak mengijinkan keberadaan Muslim yang ikhlas, definisi teroris dalam kacamata pemerintah Barat lebih menyoroti masalah peran dan perkembangan dakwah Islam, jika mereka menemukan pada diri Muslim maka mereka akan dijatuhkan definisi teroris. Dengan kata lain definisi ini akan menteror setiap Muslim yang beriman karena ia dapat berpotensi menjadi subyek teroris yang rawan untuk dipenjara dan ditahan. Ini akan menggerakkan seorang Muslim untuk menganggap hina satu sama lain dan mendorong jutaan Muslim lainnya untuk menghentikan pelaksanaan agama mereka sendiri atau memaksa mereka untuk menjadi defensif dalam semua aspek kehidupan karena takut untuk dipenjara.

(ii) Pemerintah Barat telah gagal untuk mendefinisikan istilah terorisme, karena mereka khawatir akan mujahidin yaitu para pejuang kebebasan, berperang untuk memerdekakan (membebaskan) tanah kelahiran mereka, mungkin juga mereka mengambil manfaat dari keadaan tersebut sehingga meniadakan definisi istilah tersebut. Penegasan istilah terorisme justru akan mendorong umat muslim di UK (Inggris) atau di bagian dunia lainnya lebih terdorong untuk mengumpulkan dana dan dukungan atas saudara muslim mereka yang berperang melawan invasi asing seperti yang telah mereka kerjakan selama beberapa tahun dalam memberikan dukungan atas mujahidin di Palestina, Bosnia, Chechnya, Kashmir, Libanon Selatan dan lain-lain melawan invasi yang mayoritas dilakukan oleh pemerintahan Barat sendiri dan tentara-tentaranya seperti tentara AS, UK (Inggris) dan negara-negara Eropa lainnya yang berada di Afghanistan, Iraq dan lain-lain. Mereka melarang semua group-group/kelompok-kelompok jihad yaitu para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia, mereka dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme beberapa waktu lalu, mereka mulai ditahan/dipenjara karena memiliki latar belakang pernah mendukung organisasi-organisasi teroris walaupun ketika itu masih belum ada undang-undang yang tertulis yang mengaturnya akan tetapi sebaliknya pemerintah Barat melakukan legitimasi hukum dengan studi kasus termasuk apa yang terjadi saat ini membubarkan organisasi-oraganisai Islam dan menangkapi aktivisnya dengan melabelinya sebagai teroris.

(iii) Definisi terorisme dan pembuatnya menjadi standart internasional akan mencegah banyak pemerintahan di dunia untuk melakukan bentuk terorisme melawan oposisi mereka. Dapat dipastikan akan terjadi gencatan senjata di negara-negara yang memiliki catatan tertinggi angka diskriminasi dengan melawan rakyat mereka sendiri karena latar belakang warna kulit, agama atau perbedaan pandangan sebagaimana yang terjadi di AS, Jerman, Israel dan semua rezim di Timur Tengah, Asia dan negara-negara Timur Jauh.

(iv) Jika istilah terorisme didefinisikan dan disetujui secara internasional maka ini akan mempermudah dalam menyalahkan/menolak negara-negara yang mengirimkan tentara mereka melawan negara berdaulat yang lain dan akan mencegah campur tangan dalam negara lain, contoh campur tangan AS di Panama, Iraq dan Afghanistan atau Rusia di Chechnya dan sekarang AS di Dalfur, Sudan dan lain-lain.

(v) Definisi terorisme akan menunjukkan bahwa pemberontakan rakyat Palestina adalah suatu perang yang sah dan layak untuk mendapatkan dukungan atau akan menjadikan legal/sah bagi umat Muslim di dunia untuk mendukung mereka. Definisi terorisme secara mutlak menjadikan negara Israel sebagai pasukan penjajah dan Israel layak untuk diperangi dan dilawan.

(vi) Definisi terorisme akan membuat pemerintahan seperti Amerika dan Inggris sebagai pemerintahan yang patut dicela karena melakukan praktek terorisme melawan banyak orang-orang Muslim yang menentang hukum buatan manusia, orang-orang muslim ditahan dan didiskriminasi, ditentang atau aktivitas mereka dilarang dibawah dalih terorisme seperti halnya pelbagai jama'ah kaum muslimin yang di bekukan diberbagai negara dan individu-individu yang ditahan seperti Khalid Al Fawaaz, Syeikh Abu Qatadah dan Syeikh Abu Hamza Al Misry.

(vii) Definisi istilah terorisme tidak menjadi target kepentingan orang munafik seperti MCB, MAB dan MPAC (organisaisi-organisasi sekuler liberal di UK) atau organisasi-organisasi yang lain yang menampakkan titel "moderat", organisasi-organisasi yang menjadi penyeru kedamaian dari pemerintah Inggris dan organisasi Islam gadungan karena mendiamkan umat yang mengalami teror kemudian masih saja mampu untuk mempromosikan kekotoran mereka terhadap syariah dan menyimpangkannya dengan nama Islam yang dipalsukan dalam versi Barat; menekankan kedaulatan untuk ratu atau pemerintahan murtad sekuler, menyerukan umat muslim untuk kafir (murtad) dengan bergabung ke parlemen, badan intelejen (untuk memata-matai aktivis dan kaum muslimin), polisi dan tentara serta menyerukan mereka untuk berintegrasi ke jalan hidup kufur dan menghalalkan apa yang Allah SWT larang seperti riba, mempromosikan pergaulan bebas dan berpartisipasi dalam pemilu, menyerukan dialog antar umat beragama dan lain-lain.

Karenanya membiarkan istilah terorisme tidak terdefinisi justru akan menteror umat dan akan membiarkan MCB untuk mengungkapkan pernyataan yang salah terhadap orang-orang Muslim yang benar serta mengklaim mengontrol lebih dari 1000 mesjid, sebagaimana mereka telah mengontrol pemilihan presidensil yang hanya memiliki satu kandidat yaitu presiden dari Mesir atau Libya dan orang yang menang adalah yang menguasai suara mayoritas dengan ketiadaan kandidat oposisi yang lain.

Atas alasan di atas kami menantang pemerintah Barat, termasuk pihak gerejawan dan anggota dewan bahwa jika ini bukan sebuah perang salib melawan Islam dan kaum muslimin, lalu kenapa penyatuan definisi teroris tidak pernah mereka buat? Itu karena akan menjadikan mereka sebagai orang pertama yang akan disalahkan oleh dunia karena aplikasi terorisme yang telah mereka perbuat kepada yang lain. Bagaimanapun, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin mendefinisikannya agar dapat menjaga kebebasan mereka dalam bertindak, bebas melarang atas yang lain dan menjaga slogan retorikal berperang melawan terorisme, karena alasan itu dianggap sangat elastic (pasal karet), juga memungkinkan bagi mereka untuk campur tangan dalam urusan negara lain kapan saja mereka inginkan dan menyimpangkan kebebasan masyarakat (sebagaimana definisi mereka) melawan individu yang menantang kepentingan mereka dan terlebih lagi kepentingan historis dalam perang salib melawan Islam dan kaum muslimin khususnya orang-orang yang menjadi ahlul tauhid.

Baru-baru ini kami mendengar sebuah berita baru tentang seorang laki-laki yang menyerang Parlemen Swiss dan membunuh 14 orang anggota parlemen, walaupun secara fakta dia tidak membunuh begitu banyak anggota parlemen dan sempat melukai banyak orang. Komentar pertama yang keluar dari juru bicara kantor tempat kejadian, itu bukanlah sebuah aksi teroris dan tidak berhubungan dengan terorisme, seluruh isu berkaitan dengan itu ditutup rapat-rapat sepertinya kejadian itu tidak pernah terjadi karena pelakunya orang swiss dan non muslim.

Tidak diragukan lagi seandainya dia adalah seorang muslim maka insiden tersebut akan dilabeli dengan aksi terorisme. Dia sendiri beserta keluarganya akan dikatakan sebagai teroris dan umat muslim di seluruh dunia juga akan dilabeli sebagai kaki tangannya. Kejadian tipe ini dan yang lainnya serupa, yang menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan dengan teroris ini, sebesar apakah tentara yang akan disiapkan untuk membasmi teroris dan siapakah yang ingin mereka basmi dan ingin mereka kuras kekayaannya?

Pandangan sekilas di seluruh dunia yang akan muncul akan menampakkan banyaknya organisasi-organisasi yang dermawan (bergerak di bidang sosial) yang dikelola oleh orang-orang Muslim justru itu yang banyak ditutup dan dilarang dan sumber-sumber kekayaan mereka dibekukan. Fenomena ini akan membuat kita semakin percaya bahwa sumber-sumber kekayaan yang mereka ingin kuras justru dari pihak orang-orang yang mendukung/membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Adapun para pengungsi Muslim yang ada diseluruh dunia adalah korban dari terorisme internasional yang diperankan oleh AS dan Inggris beserta anak haram mereka yang dikenal dengan sebutan negara Israel. Jika mereka benar-benar ingin menghentikan dukungan terhadap kriminal perang yaitu penjahat zionis dan negara Israel serta pendukung-pendukung mereka yang merupakan rezim yang angkuh di seluruh dunia seperti Mesir, Libya, Pakistan, Saudi Arabia, Iran, Turki dan lain-lain.

Karena alasan-alasan tersebut dan banyak alasan lainnya, kami tidak meragukan bahwa tidak terdefinisikannya istilah terorisme secara tegas adalah bagian dari perang melawan Islam dan umat muslim yang didukung pula oleh orang-orang munafik yang mengaku sebagai seorang muslim seperti pemerintah Saudi Arabia yang mendeklarasikan dukungan penuh atas terorisme AS dan negara-negara seperti Iran yang menyerukan kematian atas Amerika, akan tetapi ketika Amerika mendapat serangan, mereka sholat jenazah untuk mereka, selama beberapa menit suasana menjadi hening (turut berduka cita) dan bahkan yang lebih parah lagi mereka menutup daerah perbatasan mereka dengan Afghanistan sehingga tidak memberikan kesempatan kepada laki-laki atau wanita untuk selamat dari bom-bom Amerika dengan alasan yang sangat sederhana hanya karena orang-orang muslim di Afghanistan adalah golongan Sunni.

Ada banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa perang melawan terorisme diorganisasi oleh orang-orang salib demi melawan Islam dan umat Muslim yang ikhlas. Perang itu akan berlangsung terus antara kebenaran dan kebathilan. Bagaimanapun pada akhirnya kemenangan adalah sebuah permasalahan yang telah ditakdirkan akan diraih oleh golongan yang benar, kaum Muslimin. Insya Allah.

(M Fachry/Ikhwan UK/arrahmah.com)

Senin, 17 Mei 2010

Aktivis JAT, Susno, dan Century

alt
Kaum muslimin rahimakumullah,

Beberapa waktu lalu secara mengagetkan sejumlah aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ditangkap oleh Densus 88 di markas jamaah yang dipimpin oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini di kawasan Pejaten Jakarta Selatan. Mereka ditangkap dengan tuduhan sebagai teroris daqn oleh karenanya 7x24 jam setelah penangkapan tidak boleh dijenguk keluarga.

Sehingga ketika keluarga para aktivis yang menjenguk mereka di Mabes Polri bersama Koordinator TPM, Ahmad Michdan tidak bisa ketemu mereka dan kabarnya hanya ditunjukkan foto mereka. Menurut penuturan Michdan di TV, keluarga khawatir mereka diperlakukan secara zalim sebagaimana yang telah menimpa Muhammad Jibril Abdurrahman yang dianiaya di dalam tahanan sekalipun sebelumnya telah dikatakan oleh petinggi Densus 88 bahwa mereka tidak disentuh.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Para pengamat di Jakarta menilai bahwa penangkapan sejumlah pengurus dan aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di kantor secretariat mereka di Jakarta itu sebagai salah satu upaya untuk menjebloskan kembali KH. Abu Bakar Ba’asyir ke dalam penjara. Sebab, pengasuh pondok pesantren AL Mukmin Ngruki Jawa Tengah ini memang sudah ditarget. Dulu begitu meledak Bom Bali 1 pada tahun 2002, kyai yang tegas dan lantang bicaranya dalam menyampaikan ajaran Islam itu dituduh sebagai otak pengeboman yang menewaskan ratusan orang itu dan divonis 1,5 tahun penjara.

Namun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu dianulir oleh Mahkamah Agung dengan putusan beliau tidak terbukti sebagai otak pengeboman tersebut. Beliau dibebaskan berdasarkan keputusan MA tersebut, sekalipun secara riil beliau menjalani seluruh masa pemenjaraan karena keputusan MA datang setelah beliau menjalaninya. Artinya, terkait dengan konstalasi implementasi global war on terrorism yang dilancarkan pemerintahan AS sejak masa Bush, maka secara politik Ustadz Abu yang sangat vocal sebagai ulama yang anti AS dan selalu mendorong diterapkannya ajaran Islam oleh negara secara kaffah ini memang harus dipenjara.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Selain analisa di atas juga ada analisa bahwa penangkapan para aktivis JAT itu adalah salah satu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap kasus bail out yang dilakukan oleh mantan Gubernur BI yang kini jadi Wapres Boediono dan mantan ketua KSSK Menkeu Sri Mulyani kepada Bank Century sebesar 6.7 T. KPK yang baru-baru ini memamerkan tontonan yang tidak sedap, yakni mendatangi istana Wapres dan kantor Menkeu dalam rangka memeriksa mereka telah menyulut banyak protes dari berbagai pihak.

Dan Sri Mulyani pun secara spektakuler tiba-tiba dipinang Bank Dunia untuk menjadi managing director Bank yang menebar jala rente ke seluruh dunia itu. Anehnya, Presiden SBY justru memberikan ucapan selamat sebagai tanda lampu hijau bagi Menkeu dan KPK pun dengan terang-terangan mengatakan tidak perlu mencekalnya. Ini semua memicu berbagai tanda Tanya di masyarakat. Apa sebenarnya yang terjadi. Oleh karena itu, penangkapan aktivis JAT diperkirakan bisa mengelabui masyarakat.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Belum cukup dengan pameran arogansi polisi pada penangkapan para aktivis JAT, polisi memamerkan arogansinya pada penangkapan mantan Kabareskrim Komjenpol Susno Duaji yang baru-baru ini membongkar para jenderal di Mabes Polri yang terlibat dalam makelar kasus (markus) di Mabes Polri terkait kasus rekening 25 M yang dimiliki pegawai pajak golongan 3A, Gayus Tambunan dan kasus penipuan pada penangkaran Arwana.

Susno yang selama ini vocal melawan para markus dan oknum petinggi polri yang dianggapnya telah mengkhianati institusi Polri itu sendiri dijadikan tersangka meskipun tanpa bukti, tapi hanya berdasarkan keterangan orang-orang yang terlibat markus yang dibongkarnya. Oleh karena itu, istrinya, Herawati menulis surat terbuka aduan kepada ibu negara, Ani SBY dan disiarkan secara langsung oleh media massa. Herawati melaporkan kezaliman yang dihadapi oleh keluarganya dan keyakinannya bahwa suaminya bersih dari segala tuduhan elit Polri. Namun toh Susno tetap ditahan dan dipindahkan dari kamar tahanan Bareskrim Mabes Polri ke Mako Brimob Kepala Dua.

Demikian juga reaksi keprihatinan dari Ketua DPR Marzuki Ali dan Komnas HAM serta berbagai pihak tidak menyurutkan tekad polisi menahan mantan Kabareskrim itu. Tidak sedikit keprihatinan para ulama atas penangkapan dan penahanan tersebut disampaikan melalui FUI. Artinya, penangkapan dan penahanan terhadap Jenderal Bintang Tiga yang kabarnya anti judi dan kemaksiatan serta anti setoran itu sudah menjadi sabda pandito ratu!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Apa yang telah kita bahas di atas adalah paparan tentang berbagai ketidak adilan dan upaya pengalihan perhatian masyarakat dari kasus skandal penyalahgunaan yang sangat besar, yakni kesalahan kebijakan bail out century. Masyarakat pun akan skeptis kepada institusi Polri.

Mereka akan khawatir kalau melaporkan suatu kasus kejahatan, sebab bisa-bisa bernasib sial seperti Jendral Susno, justru dijadikan tersangka! Aneh, Susno yang sering disebut namanya oleh persidangan para marskus di propam Mabes Polri dan disebut oleh Syahril Johar menerima uang 500 juta langsung ditangkap dan ditahan, sementara yang terlibat kejahatan kebijakan bail out 6,7T malah dibiarkan melenggang kemana-mana, bahkan tidak dicekal. Jelas ini pameran ketidakadilan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam mengajarkan bahwa siapapun yang diberi wewenang hukum, wajib berbuat adil. Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. AL Maidah 8).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT memerintahkan kepada kita semua untuk tetap di jalan yang benar dan tidak berpihak kepada siapapun yang berbuat zalim. Allah SWT berfirman:

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang Telah Taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Huud 112-113).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dan janganlah ada pihak-pihak yang menjadi alat kekuasaan yang menjalankan angkara murkanya. Rasulullah saw. bersabda:

"سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ".

Di akhir zaman akan ada polisi-polisi yang di pagi hari membuat Allah marah dan di sore hari membuat Allah murkan, maka janganlah menjadi teman-teman mereka” (HR. Tabrani).

Semoga bangsa yang mayoritas muslim ini menyadari hakikat masalah ini dan segera mengembalikan kepada jalur yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Allah SWT.

Baarakallah lii walakum!
(Buletin Ad Dakwah/Tuesday, 11 May 2010 21:41 | PostAuthorIconWritten by Ahmad Fahmi | PDF Print E-mail)
Susno Tetap Gak Mau Diperiksa Sebagai Tersangka
Senin, 17 Mei 2010 /Republika OnLine » Breaking News
Respons Pesan Jihad Abdullah Sonata, Polri-FBI Blokir Situs Teroris
JAKARTA - Mabes Polri bergerak cepat dalam merespons pesan jihad Abdullah Sonata di internet. Setelah dimuat Jawa Pos kemarin (16/5), situs yang beralamat di http://7ihadmedia.wordpress.com tersebut diblokir. Hal itu terjadi setelah Cybercrime Bareskrim Mabes Polri berkoordinasi dengan Biro Penyelidik Federal AS (FBI).

''Saya mendapat informasi dari Kombespol Faisal dari cybercrime bahwa sudah ada koordinasi dengan FBI terkait dengan situs internet itu,'' ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Zulkarnaen kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, Mabes Polri tidak bisa menghambat seseorang membuat situs yang proteroris. ''Itu kewenangan Wordpress yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Mereka punya free space untuk setiap orang yang berkreasi,'' katanya.

Sebelumnya, Sonata yang menjadi buron utama Densus 88 Mabes Polri mengirimkan pesan dari tempat pelariannya. Dalam naskahnya, Sonata yang disebut-sebut sebagai pengganti dan penerus Dulmatin (teroris buron yang ditembak mati beberapa waktu lalu) meminta bantuan para alumnus daerah konflik dan eks narapidana terorisme untuk bergabung (Jawa Pos, 16/5). Sonata juga mengecam mantan teroris yang justru membantu polisi.

Zulkarnaen menjelaskan, dalam kasus terorisme, biasanya respons AS lebih cepat.

''Ini kasus yang khusus. Jadi, ada atensi tersendiri,'' ujarnya.

Ucapan mantan Kabid Bina Mitra Mabes Polri itu memang terbukti. Nyatanya, website itu tutup kemarin sore. Meski begitu, ada beberapa yang lolos blokir. Misalnya, http://azzamalqitall.wordpress.com masih bisa diakses.

Koordinasi Unit Cybercrime Mabes Polri dengan FBI juga dilakukan untuk melacak otentisitas pembuat pesan. ''Koordinasi itu termasuk dalam rangkaian pengungkapan jaringan pendukungnya di dunia maya (internet),'' tutur Zulkarnain.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring berjanji segera mempelajari isi website pendukung teroris Abdullah Sonata. Jika benar-benar menyimpang dan membahayakan, pihaknya akan berupaya menutup situs tersebut.

''Tapi, itu juga tidak mudah. Jika domain situs tersebut berada di Indonesia, kami bisa menutup. Tapi, kalau wordpress.com, itu yang sulit,'' ucapnya saat dihubungi Jawa Pos via ponsel kemarin.

Menurut Tifatul, situs tersebut memiliki domain di Amerika. Jadi, pihaknya tidak bisa menutup. ''Kami hanya bisa mengirimkan surat agar mereka memblokir alamat situs itu,'' ucapnya.

Tetapi, biasanya setelah dihapus situs itu muncul lagi dengan alamat yang berbeda. Nah, itulah yang menjadi masalah bagi Kemenkominfo. Tifatul hanya berjanji akan memelototi situs-situs yang menyim­pang dan menyaringnya.

Sementara itu, Zulkarnaen menjelaskan bahwa konsentrasi Densus 88 memang tertuju kepada Sonata. Sebab, peran teroris berusia 32 tahun itu sangat sentral dalam perekrutan anggota baru. ''Dia termasuk pengurus inti (jaringan),'' kata Zulkarnaen.

Korps burung hantu berusaha meringkus Sonata hidup-hidup. ''Itu prinsip utama kami, apakah dia pengurus inti, pendukung, donatur, atau simpatisan. Kami semaksimal mungkin berusaha menangkap hidup,'' ujarnya.

Alasannya, jika mereka tewas, jalur informasi akan terputus. Di antara 73 orang yang ditangkap dalam rangkaian pengungkapan jaringan teroris sejak kasus bom Marriott 2009, 13 orang terpaksa ditembak mati. ''Kami sebut itu terpaksa karena ada perlawanan. Bagi mereka, itu mati syahid. Jadi, membahayakan anggota (Densus) di lapangan,'' terangnya.

Saat ini Sonata diduga menggantikan peran Dulmatin yang tewas di Pamulang, Tangerang. Dia mengoordinasi kelompok pendukung dan juga menyuplai senjata. Maulana, yang menjadi supplier utama senjata jaringan itu, sudah tewas. ''Kami duga peran Maulana digantikan oleh seorang bernama Kamaluddin,'' ujar sumber Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, satu jenazah yang hingga kini belum bisa dikenali diduga sebagai Imron Baehaqi alias Musthofa alias Abu Tholut, komandan lapangan yang juga alumnus Mindanao. Namun, data ante-mortem dan post-mortem ternyata tidak cocok. ''Itu berarti Abu Tholut masih berkeliaran, sangat berbahaya,'' kata anggota Ikatan Keluarga Pratisara Wirya itu.

Abu Tholut mempunyai kemampuan militer setara dengan Mustaqim (sudah tertangkap). Dia juga residivis yang divonis di Pengadil­an Negeri (PN) Jakarta Timur pada 11 Mei 2004.

Saat itu jaksa mendakwa Abu Tholut hendak melakukan tindak pidana terorisme. Itu terkait de­ngan ditemukannya bukti-bukti berupa senjata api dan bahan peledak di Jalan Taman Sri Rejeki Selatan VII/2, Semarang; Perumahan Permata Hijau Permai Blok F-11 No 16 RT 07/18 Kali Abang Tengah, Bekasi Utara; Jl Kebagusan III No 63 Pasar Minggu, Jakarta Selatan; dan Jl Cakrawijaya III Blok I No 22 RT 02/12 Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Abu Tholut yang disebut jaksa sebagai salah seorang pimpinan manthiqi III di struktur Jamaah Islamiah itu juga didakwa hendak membunuh konglomerat Ciputra yang dituding sebagai dalang kristenisasi di Indonesia.

Menurut jaksa, rencana pembunuhan itu semula akan dilakukan saat rapat umum pemegang saham luar biasa di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, pada 30 Juni 2003. Selain itu, polisi menemukan dokumen-dokumen berupa jadwal kebaktian di beberapa gereja, daftar pengurus Ayub Jabotabek, dan daftar nama pengurus PDI Perjuangan. Yaitu, Roy B.B. Janis, Alex Litaay, Jacob Tobing, J.E. Sahetapy, dan Pramono Anung.

Namun, dalam pertimbangannya, majelis hakim hanya mengenakan dakwaan sekunder (kepemilikan senjata api) sebagai hal yang memang terbukti dalam persidangan. Saat ini Abu Tholut bebas.

''Kami juga menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa kelompok itu berupaya meniru Al Qaidah dalam membentuk negara baru,'' tutur sumber tersebut. Dokumen dibawa Rosikin Noor, tersangka teroris yang tertangkap Senin malam pekan lalu (10/5).

Mereka percaya bahwa aksinya akan direstui Al Qaidah yang sekarang dikomando dari lembah-lembah di Afghanistan. Teroris menyebut serangan 17 Agustus atau amaliyah badar 7 Ramadan sebagai fase keempat strategi Al Qaidah.

Fase pertama disebut fase penyadaran. Dimulai pada awal 2000 dan berakhir 2003. (rdl/kuh/c4/dwi)(jAWA POS/[ Senin, 17 Mei 2010 ]