Laman

Rabu, 18 Agustus 2010

TEGAKKAN "BISMILLAH", SEMUA AKAN MUDAH

Dengan basmalah, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil hingga sungai itu kembali mengalir

Oleh: Shalih Hasyim*

SURAT Al-Fatihah dimulai dengan bismillah tanpa alif, supaya ringan diucapkan. Di sini disebut nama Allah SWT. Induk dari asmaul husna (nama-nama Allah Yang Maha Indah). Nama-nama lainnya mengikuti nama itu. Makna lafazh Allah itu sendiri mengadung makna Yang dipuja dan diibadahi dengan benar, mengabdi dengan puncak cinta dan pengagungan.

Bagaimana bismillah itu bisa merasuk dan menjelma menjadi sebuah kekuatan maha dasyat bagi manusia?

Agar tidak terjadi disconnect dengan nilai-nilai yang diterapkan dalam surat Al-Fatihah, maka harus memenuhi persyaratan sumber daya manusia yang memiliki pondasi iman yang kuat, mempunyai pribadi dengan cita-cita suci berquran, dirinya sudah ditazkiyah sedemikian rupa, dan spirit berdakwah terus berkobar, maka Allah SWT akan memberi rekomendasi sebagai kekasih-Nya (waliyyuhu), khalifah-Nya (khalifatuhu). Dengan demikian, kita boleh menggunakan nama-Nya, Allah SWT.

Dengan menyertakan nama-Nya, maka pikiran dan tindakan kita tidak cacat, tidak terputus pahalanya, dan tidak hilang barakahnya. Ajdzam, aqtho’ dan abtar.

“Tiap-tiap pekerjaan yang penting, kalau tidak dimulai dengan Basmalah, dengan nama Allah SWT, maka ia akan terputus.” (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Kekuatan dan keutamaan basmalah sudah banyak teruji dan banyak ditunjukkan dalam berbagai kisah-kisah. Dengan basmalah, seseorang bisa meruqyah (menjampi) orang yang terkena gangguan jin.

“Dengan menyebut nama Allah, aku me-ruqyah-mu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari keburukan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allahlah yang menyembuhkanmu, dengan nama Allah aku menjampimu.” (HR. Muslim).

Dengan basmalah Nabi Sulaiman berhasil mendakwahi Ratu Bilqis.

“Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Naml (27) : 30).

Dengan basmalah pula, Rasulullah SAW mengirim surat kepada Raja Heraclius.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammd Rasulullah, kepada Heraclius Kaisar Romawi. Semoga keselamatan telimpahkan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Amma ba’dahu, masuk islamlah, niscaya engkau akan selamat, dan Allah akan memberikan pahala untukmu dua kali.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Abu Dawud).

Nabi Nuh berhasil naik perahu untuk menyelamatkan kaumnya juga dengan basmalah.

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud (11) : 41)

Marilah kita jujur dan bertanya pada diri kita masing-masing. Mengapa anak-anak kita sulit kita kendalikan? Jangan-jangan, kita tak pernah berdoa dan membaca basmalah saat menggauli istri. Jadilah anak-anak kita jauh dari sinar dan cahaya ilahi.

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Untuk menaklukkan Sungai Nil yang tak mau mengalirkan airnya, Umar bin Khathab berkirim surat kepada sungai Nil dengan menggunakan basmalah.

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Umar Amirul Mukminin Kepada Sungai Nil

Apabila engkau mengalir karena kemauanmu sendiri, tak usahlah engkau mengalir. Namun, apabila engkau mengalir karena Allah, aku mohon kepada Allah untuk mengalirkanmu.

Wassalam.

Marilah kita mentradisikan basmalah dalam mengawali semua pekerjaan. Apa saja. Jadilah Presiden, menteri, jaksa, hakim, pengacara, polisi, dengan memulai basmalah. Dan menjadikan “nama Allah” ini menjadi bagian hidup dan kehidupannya. Jangan pernah melakukan pekerjaan apapun, dan amanah apapun sampai jauh dari “basmalah”.

Sebagai muslim kita dituntun memulakan semua pekerjaan dengan basmalah dan mengakhiri dengan membaca alhamdulillah. Karena apapun yang kita miliki, baik berupa harta, ilmu, kekuasaan, pengaruh, semua itu atas fadhal (keutamaan) dari Allah SWT.

“Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur (24) : 21).

Selanjutnya selalu menyebar kasih sayang (ar Rahmanirrahim). Kasih sayang akan dicabut, jika masing-masing individu mengejar jabatan, massa, pengaruh, income, dan kepentingan pribadi. Bukan untuk iqamatul haq. Dan menegakkan syariat Islam (maaliki yaumiddin). Karena penguasa langit dan bumi, dunia dan akhirat adalah Allah SWT. Dan mendahulukan kewajiban daripada hak. Menerapkan pola kepemimpinan imamah dan jamaah (iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in). Imam memiliki hak veto, tetapi setiap saat bisa dikontrol, apakah dalam menerapkan kepemimpinannya sesuai dengan syariat.

Dengan basmalah, selalu memuji-Nya, semangat melayani, menyebarkan kasih sayang, mendahulukan kewajiban daripada hak, berimamah dan jamaah, menegakkan syariat, agar kehidupan kita memperoleh jalan yang lurus (shirathal mustaqim). Nilai-nilai ketuhanan mendominasi di dalamnya. Bukan kecerdasan individu dan kepintaran kolektif, suara minoritas, suara mayoritas, kepentingan pemodal, dan kontaminasi selain-Nya.

Kesimpulannya, dalam surat Al-Fatihah diusahakan tegak kalimat tauhid uluhiyyah, rububiyyah, asma was sifat (bismillah, alhamdulilah, arrahmanirrahim), syariat dijunjung tinggi (maliki yaumiddin), selalu beribadah dan menegakkan imamah shughra dan imamah kubra, diminasinya sistem kehidupan islami (shirathal mustqim), meneladani figur orang-orang yang memperoleh nikmat Islam (menoleh sejarah masa lalu). Dan berlepas diri dari pengaruh Yahudi dan Nasrani. Baik dalam konsep ideologi, pendidikan, sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan, serta pertahanan kemanan.

Jika kalimah tauhid dan sifat-sifat Allah itu telah menjiwai dalam setiap kehidupan kita, pada akhirnya nanti akan melahirkan figur teladan yang telah dijanjikan Allah. Meraka adalah para Nabi, Syuhada, Shiddiqun, Syuhada, dan orang-orang shalih.

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An Nisa (4) : 69).

Penulis adalah kolumnis www.hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah
WAWANCARA DAN PESAN SYAIKH SIRAJUDDIN HAQQANI KEPADA JIHADIS MEDIA

Berikut ini adalah kutipan wawancara Al-Balagh Media dengan Syaikh Sirajuddin Haqqani --semoga Allah menjaga beliau-- tentang media Jihad. Syaikh Sirajuddin Haqqani merupakan putra Syaikh Jalaluddin Haqqani. Saat ini diberi amanah oleh Imarah Islam Afghanistan untuk memerintah wilayah tenggara Afghanistan (Paktia, Khost, Paktika). Berikut kutipan wawancara dengan beliau, semoga bermanfaat.
[...]
Al-Balagh Media (ABM) : Dapatkah kami meminta gambaran dari Panglima Sirajuddin Haqqani tentang masa depan media Jihad?
Syaikh Sirajuddin Haqqani (SH) : Mereka akan terus mendistribusikan rilisan-rilisan yang penting, dan mereka akan mencari cara untuk memperkuat dan meningkatkan kewaspadaan, dan menjangkau pikiran para pemuda dan umat Islam umumnya, dan menunjukkan kepada masyarakat kenyataan tentang musuh mereka.
ABM : Syekh kami, kami ingin meminta Anda untuk langsung memberikan pesan ke media Jihad, selain itu, sejauh mana dampak dari media Jihad?
SH : Para Jihadis Internet perlu untuk meningkatkan tingkat (kemampuan) mereka, mengorganisir diri lebih kuat, bekerjasama, meningkatkan penelitian mereka, dan mempublikasikan materi mereka. Mereka juga harus up to date, dan mereka harus cepat dalam menyebarkan berita dari dunia Jihad Islam, dan mempublikasikan pesan dari para komandan Jihad.
Tujuannya adalah agar karya mereka menjadi sesuatu yang sangat eksklusif, mereka perlu membuat instansi media (non-jihad) lainnya meminta kepada mereka, bukan kita yang meminta (berita) dari mereka. Mujahidin perlu membantu mereka, dan gerakan Jihad perlu meningkatkan distribusi bahan Jihad (laporan, wawancara dll..), dan yang paling penting adalah rilis video resmi.
Selain itu, masyarakat Muslim umum harus membantu mereka secara finansial, teknis dan dengan segala cara lain. Jihad jaringan internet adalah sesuatu yang kita perlu banggakan, dan kita hormati. Kenyataannya adalah bahwa mereka telah melakukan suatu pekerjaan yang hebat.
ABM : Apakah jaringan Jihad media melayani tujuan mereka, atau mereka harus lebih aktif?
SH : Ya mereka melayani tujuan mereka, tetapi mereka perlu meningkatkan keterampilan mereka di segala bidang, dan mereka harus lebih aktif di setiap front.
ABM : Berpa besar peran jaringan media Jihad dalam mendukung Mujahidin, dan menunjukkan kebenaran tentang perang, sengitnya pertempuran yang terjadi di tanah Khurasan?
SH : Ia memainkan peran yang besar dan jaringan media Jihad telah ada di lapangan, tapi kita perlu lebih banyak cakupan dan perhatian.
ABM : Apa peran forum-forum Jihad, dan terutama forum Islam al-Faloja, dalam mengungkap fakta-fakta tentang situasi di tanah Khurasan?
SH : Peranan jaringan media Jihad yang besar dan jelas, dan kami berterima kasih kepada mereka, dan terutama forum Islam al-Faloja, dan sebelum itu al-Hesbah dan al-Ekhlas, dan mimbar jihad , dan ini adalah kesempatan besar untuk mengucapkan terima kasih kepada semua Muslim yang bertanggung jawab atas Media Jihad. Dan aku memohon kepada Allah untuk menerima amal mereka.
ABM : Apakah ada saran yang ingin Anda berikan kepada jaringan media Jihad secara umum?
SH : Saran saya kepada saudaraku (Jurnalis dan wartawan Jihad) dan jaringan media Jihad secara umum, dan Mujahidin, adalah untuk menyelidiki kebenaran kata-kata dan tindakan, dan untuk tidak membesar-besarkan berita. Dan mereka harus menjatuhkan moral musuh, dan memperingatkan orang-orang tentang berita dari sumber-sumber musuh.
Aku meminta Allah untuk membimbing mereka, dan memberkati mereka dengan surga tertinggi di langit. Aku meminta Allah untuk melindungi mereka dan membantu mereka, dan sebenarnya mereka telah menawarkan layanan besar dalam mengekspos kebohongan palsu dari Tentara Salib.


Source: http://arrahmah.com/
MENYINGKAP KEKALAHAN NATO & AMERIKA DENGAN KAMERA MUJAHIDIN
(BABAK BARU PERANG DI AFGANISTAN)


Diantara pikiran yang menarik dari seorang komandan Perancis yang terkenal Napoleon Bonaparti adalah ia lebih mengutamakan memiliki surat kabar dibandingkan satu regu militer. Bagi yang menyaksikan film terbaru yang dirilis oleh bagian media Imarah Islamiyah yakin bahwa memiliki satu kamera yang bekerja di lapangan itu lebih kuat pengaruhnya bagi mujahidin dibandingkan memiliki satu pleton alteleri.

Kejadian yang direkam oleh sebuah kamera tidak akan mungkin bisa direkam oleh sarana lain apapun selain hadir langsung secara fisik di lapangan tempat kejadian. Sebuah gambar yang direkam oleh sebuah kamera terkadang tidak membutuhkan komentar. Bahkan gambar yang paling sempurna adalah yang bisa menjelaskan sebuah kejadian tanpa memerlukan tambahan kalimat untuk menerangkannya.
Penyergapan
Hal tersebut adalah yang paling tampak jelas terlihat di potongan-potongan film tentang penyergapan yang baru dirilis akhir-akhir ini. Meskipun komentar yang digunakan dalam film tersebut memakai bahasa lokal (pusthun & Parsi), namun bagi mereka yang tidak memahami bahasa tersebut pun bisa memahami melalui pesan visual yang disampaikan lewat film tersebut secara utuh kecuali detail persoalan saja yang tidak akan mengurangi hal-hal terpenting di dalamnya sedikit pun.
Film terakhir yang dikeluarkan oleh bagian media untuk Imarah Islamiyah adalah sebuah pesan yang pebuh dengan makna dan maklumat yang dibawa oleh para mujahidin di Afghanistan yang terlihat jelas di dalamnya gambaran nyata tentang jihad dan amaliyah mereka ke seluruh penjuru dunia dan kaum muslimin.
Film tersebut jauh lebih obyektif karena diambil langsung oleh para mujahidin sendiri, bukan diambil oleh para wartawan asing yang tidak punya hubungan dengan mereka bahkan mungkin tidak menaruh simpati dengan urusan yang sedang dihadapi mujahidin.
Boleh jadi proses peliputannya sedikit mengalami proses editing, tapi bisa dipastikan lebih jujur dan obyektif. Dan inilah yang menjadikannya istimewa dan berkesan.
Untuk pertamakalinya para pemirsa bisa menyaksikan dengan jelas dan terperinci tentang taktik (perang dengan metode peledakan) yang digunakan oleh mujahidin melawan pasukan pendudukan. Dimana hal tersebut menyebabkan kerugian yang paling banyak di pihak musuh dibandingkan metode-metode lain.
Sehingga hal tersebut membebani para ahli dan pembuat peralatan militer mereka untuk segera membuat kendaraan militer yang mengangkut para tentara dengan aman dari ranjau dan bahan peledak. Selanjutnya mereka mulai menggunakan kendaraan lapis baja pada daerah-daerah tertentu.
Akan tetapi film-film mujahidin tetap menarik pandangan pemirsa untuk melihat bahwa tentara musuh, melalui penyergapan-penyergapan dan peledakan-peledakan yang ada tetap saja banyak yang terbunuh, baik mereka mengendarai kendaraan militer biasa maupun kendaraan lapis baja.
Bekas-bekas kendaraan tersebut yang hancur terkena bom ataupun ranjau yang direkam oleh kamera mujahidin, meskipun ini baru langkah awal mereka menggeluti dunia fotografer, walaupun fotografer bebas (lepas) akan tetapi foto-foto tersebut telah memindahkan realita ke mata dunia yang selama ini sengaja ditutup-tutupi oleh musuh.
Musuh sengaja melarang sarana-sarana informasi dan media untuk datang langsung ke tempat kejadian sehingga tidak bisa menyebarkan gambar (foto-foto) kekalahan mereka dengan bebas agar bisa dilihat oleh mata dunia. Akan tetapi kamera mujahidin diam-diam telah mengabadikan kondisi kekalahan dan kehancuran pihak musuh.
Kamera mujahidin telah memperlihatkan melalui hasil penyingkapannya lewat foto-foto dan gambar yang ada dan menjadikan kita juga bisa memprediksi, bahwa kerugian musuh dalam hal SDM jauh lebih besar dibanding penjelasan-penjelasan resmi yang mereka rilis.
Penyergapan-penyergapan konvensional yang terlihat dalam film-film tersebut adalah satu bentuk eksistensi yang mengekspresikan babak baru bagi media jihad visual di Afghanistan.
Kaum muslimin dan dunia internasional menyaksikan rekaman beberapa amaliyat penyergapan terhadap rombongan musuh. Hal ini adalah potret akan ketinggian kelas dalam melakukan operasi militer dan inovasi-inovasi taktik yang menunjukkan bahwa mujahidin Imarah Islamiyyah bergerak di atas pijakan warisan kemiliteran dan pengalaman tempur yang diwariskan oleh generasi-generasi terdahulu sejak era jihad melawan Soviet di dekade 80-an.
Memang tampak jelas terlihat di sana kekurangmampuan mujahidin di bidang material dan peralatan, akan tetapi tumpukan kemampuan yang berlipat-lipat dan keberanian bangsa Afghan yang tradisional sudah cukup untuk menutupi kekurangan tersebut. Hal tersebut juga tampak jelas dalam film-film yang ada.
Amaliyat Istisyhadiyah (Operasi Syahid)
Operasi-operasi memburu syahid, yang direkam oleh kamera adalah diantara yang paling menakjubkan yang dipindahkan oleh media informasi. Pastinya film-film tersebut mengungguli film-film komersial yang kita lihat di berbagai media massa.
Sebuah kamera punya waktu lebih lama untuk berbincang dengan para pelaku operasi pemburu syahid. Menampilkan pandangan mereka di luar kalimat-kalimat yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai sebuah pesan kepada umat, dimana mereka menjelaskan melalui pesan tersebut tentang persoalan yang karenanya mereka mau mengorbankan hidupnya.
Satu contoh pelaku operasi memburu syahid dari Khost yang keluar menyerang tentara-tentara salibis yang menghina Al Quranul Karim dan mengotori kesuciannya. Beliau memegang mushaf yang mulia, ia tempelkan ke dadanya dengan penuh kelembutan dan kecintaan, ia tersenyum lembut seakan-akan ia menggendong anak lelaki pertamanya.
Pesan beliau dalam suratnya sangat jelas. Untuk pertama kalinya, dunia melihat seorang pelaku operasi syahid terdorong oleh kecintaannya terhadap kesucian agama untuk mempersembahkan hidupnya dengan tersenyum, seakan-akan ia mempersembahkan hadiah untuk anaknya yang baru lahir.
Ia melihat tentara-tentara pendudukan menembakkan pelurunya ke mushaf seakan-akan ia merasakan, bahwa mereka menambahkan peluru tersebut kepada jantung hatinya, oleh karena itu ia keluar untuk menyerang mereka atas tujuan tersebut ia melaksanakan operasi syahid, ia mengagungkan akan kecintaannya terhadap kitab sucinya.
Para pelaku pemburu syahid di Afghanistan memilih target-target militer terpenting milik musuh, seperti iring-iringan pasikan di jalan-jalan, tempat-tempat aktivitas rutin mereka, maupun pangkalan-pangkalan militernya. Operasi-operasi istisyhadiyah di Afghanistan berada pada tempat yang tepat sebagai salah satu taktik militer yang efektif, dimana Imarah Islamiyyah mengistimewakannya termasuk bagian dari undang-undangnya, yang disebutkan di dalamnya tentang syarat-syarat, adab, maupun kaidah-kaidahnya.
Hal ini membuat amaliah tersebut mampu memberikan buahnya yang diharapkan dan masyarakat sipil pun mampu menghindari dampak distruktif dari operasi tersebut. Sebagaimana undang-undang Imarah menyebutkan seorang pelaku syahid tidak boleh mengarahkan kecuali kepada target terpenting, sehingga disana tidak akan didapati satu nyawa pun mujahid yang terbuang sia-sia tanpa perhitungan atau evaluasi.
Seorang pelaku operasi adalah senjata yang diarahkan kepada titik militer musuh atau alat-alat keamanan yang banyak pengaruhnya, bukan diarahkan kepada sasaran sipil orang-orang yang tidak berdosa. Sebagaimana dia adalah senjata jihad bukan senjata perang saudara. Dalam koridor kaidah-kaidah dan adab-adab yang telah ditentukan oleh undang-undang jihad Imarah setiap komandan wilayah bergerak untuk memilih target-target yang layak dieksekusi. Kemudian seorang komandan tersebut memilih seorang pelaku yang sesuai diantara para pelaku yang sudah siap saat untuk melaksanakan operasi tersebut di setiap waktu dan tempat.
Pahlawan Yang Tersembunyi
Kamera mujahidin tidak luput untuk meliput peran masyarakat biasa dalam perang, ia adalah pahlawan yang tersembunyi, meskipun orang tersebut tidak memanggul senjata dan terjun dalam pertempuran.
Seorang mujahid mendatanginya di kebun akan tetapi kali ini dengan membawa kamera untuk meliput dan mewawancarai tentang pendapatnya seputar peristiwa yang sedang terjadi. Maka petani yang sederhana ini yang rumah dan sawahnya hancur terkena rudal musuh menyingkap tentang rahasia kesuksesan perlawanan jihad di Afghanistan. Meskipun embargo internasional dipaksakan di negara tersebut, meskipun invasi internasional yang diikuti tidak kurang dari 40 negara melawan negara yang paling miskin di dunia secara materi akan tetapi paling kaya dari sisi maknawi.
Penduduk Afghanistan mengungkap rahasia dukungannya kepada putra-putra mereka yang memanggul senjata, dan ia juga menjelaskan mengapa mereka mendukungnya dengan apa saja yang ia miliki, meskipun apa yang mereka miliki sangat sedikit karena dalam kondisi perang dan embargo.
Seorang warga Afghanistan yang miskin ini yang telah kehilangan rumah dan kebunnya, dan boleh jadi telah kehilangan anak dan anggota keluarganya turut membantu pembiayaan perang meskipun ia tinggal seorang diri, akan tetapi seluruh dunia akan turut serta merasakan buah kemenangan jihad atas kekejian peradaban barat. Sebagaimana yang telah terjadi pada era sebelumnya masyarakat ini mampu mengalahkan imperium Soviet sehingga seluruh negara-negara di dalam Uni Soviet bisa memperoleh kemerdekaan. Hanya saja saat itu ia tetap menghadapi perang saudara antar faksi-faksi mujahidin yang ada.
Saat ini, perkaranya sudah berubah sekarang sudah tidak ada lagi kelompok yang saling bermusuhan atau pun partai-partai yang saling berebut. Fenomena yang menyesatkan dan menipu yang mempunyai niat tersembunyi yang seakan menampakkan kepeduliannya akan Islam, padahal mempunyai niatan yang tersembunyi untuk meraih simpati barat, merebut kekuasaan, pengaruh, dan harta. Imarah Islamiyyah telah membersihkan semua kotoran ini sehingga Imarah harus menghadapi bentuk kekotoran yang lain yang saat ini sedang diupayakan oleh Imarah Islamiyyah Afghanistan untuk dibersihkan (penjajah).
Rintangan Sebenarnya
Otoritas penjajah Amerika melarang kebebasan sarana media informasi dan pers untuk bergerak di medan-medan tempur ataupun di tempat-tempat umum, baik di tempat tersebut sedang terjadi perang atau hanya di lalui pasukan. Otoritas penjajah memonopoli untuk dirinya sendiri hak untuk mendapatkan informasi maupun menyampaikannya. Sehingga media internasional menjadi penyambung lidah atas nama penjajah. Selanjutnya media-media tersebut sengaja menutup-nutupi tentang hakikat sebenarnya tentang rakyat Afghanistan dan invasi keji yang dilakukan oleh Amerika serta pandangan dan kebohongannya kepada dunia internasional.
Munculnya film-film visual yang dirilis Imarah Islam (pemerintahan Islam) Afghanistan bertujuan untuk membongkar hakikat yang sebenarnya yang terjadi dan menjadikannya bisa diketahui oleh masyarakat dunia. Memang terkadang tidak mungkin menerjemahkan komentar dalam film-film tersebut ke seluruh bahasa internasional, akan tetapi tampilan ringkas yang menggambarkan kondisi lapangan sudah cukup sebagai bahasa internasional yang difahami oleh seluruh dunia dan tidak memerlukan terjemah.
Sebagaimana embargo yang diterapkan di Afghanistan telah membawa dampak positif terpenting dalam sejarah jihad Islam di seluruh dunia bukan hanya jihad Afghan, yaitu bermunculannya gerakan perlawanan jihad semesta yang tidak disetir oleh pihak luar. Sekarang telah datang peran media jihad agar menjadi salah satu variabel penting dan efektif dalam peperangan dan agar menjadi media yang independen global bukan dalam artian kecanggihan sarana, akan tetapi dalam arti bahasa kemanusiaan yang difahami oleh setiap orang dimanapun berada. Pembelaannya terhadap prinsip hak kemanusiaan dengan pemahamannya yang benar jauh dari kekejian korporat-korporat asing yang merampas SDA dengan berbagai macam tendensinya.
Bangsa Afghanistan menunggu kembalinya Imarah Islamiyyah yang mengalahkan invasi barat yang keji, mengalahkan kebobrokan kaum munafiqin yang sekulit dengan mereka. Di atas keinginan yang berkobar olehnyalah amunisi bangsa Afghan akan menyeberangi di atas sungai dari darah para syuhada dan para pelaku istisyhadah.
Demikianlah kamera mujahidin dan kekuatan medianya telah meliput ini semua, maka selamat datang kepada mereka jurnalis jihad yang pemberani.
Allahu Akbar!
Source : Majalah As Sumuud Edisi April-Mei 2010
By: Yusuf Al Indunisi
Arrahmah.Com Translated & Political Division

Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
TUJUAN UTAMA DAKWAH SETAN
Oleh: M. Saifudin Hakim
Di antara bentuk dosa yang dilalaikan dan dipandang remeh oleh kaum muslimin adalah dosa kesyirikan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan sedikit tentang bahaya syirik. Semoga dengan pembahasan ini dapat mengubah pandangan kita selama ini tentang bahaya kesyirikan yang mungkin belum kita ketahui.

Syirik Merupakan Salah Satu Pembatal Islam

Di antara sebab terbesar batalnya Islam seseorang adalah berbuat syirik kepada Allah Ta’ala. Yaitu dengan beribadah kepada selain Allah Ta’ala, di samping juga beribadah kepada Allah, seperti bernadzar kepada selain Allah, bersujud kepada selain Allah, atau meminta pertolongan kepada selain Allah dalam hal-hal yang tidak ada yang bisa memenuhinya kecuali Allah Ta’ala saja. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al-Maidah [5]: 72)

Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang tingkatannya di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Oleh karena itu, kesyirikan adalah dosa yang paling berbahaya, namun banyak dilakukan oleh orang-orang yang mengaku sebagai muslim dan mengucapkan “laa ilaaha illallah”. Mereka memang melaksanakan shalat dan puasa. Akan tetapi mereka mencampur amal ibadah mereka dengan syirik akbar, sehingga mereka pun keluar dari Islam.

Syirik Merupakan Tujuan Utama “Dakwah” Setan

Tauhid merupakan fitrah yang Allah Ta’ala ciptakan untuk manusia. Setiap manusia yang ada di dunia ini terlahir di atas fitrah tauhid, meskipun dia dilahirkan oleh orangtua yang musyrik. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Dan (ingatlah), ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari tulang punggung mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), ’Bukankah Aku ini Rabb-mu? ’Mereka menjawab,’Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.’” (QS. Al-A’raf [7]: 172)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidak ada satu pun anak yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah. Orang tuanya-lah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Seperti seekor hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat (sama persis dengan induknya), apakah Engkau merasakan adanya cacat padanya?“ (HR. Bukhari no. 1385 dan Muslim no. 6926)

Karena manusia dilahirkan di atas fitrah tauhid, maka setan akan berusaha mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyesatkan manusia agar mereka menyimpang dari fitrah tauhid tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Sesungguhnya Rabb-ku memerintahkanku untuk mengajari kalian apa-apa yang belum kalian ketahui. Di antara hal-hal yang diajarkan kepadaku hari ini adalah, setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku, maka (menjadi) halal baginya. Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku seluruhnya dalam keadaan hanif (menjadi seorang muslim,pen.). Kemudian datanglah setan kepada-Nya yang menjadikan mereka keluar dari agama mereka. Serta mengharamkan hal-hal yang Aku halalkan untuk mereka. Dan juga menyuruh mereka untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak Aku turunkan keterangan tentang itu … ” (HR. Muslim no. 7386)

Setan sendiri telah berjanji di hadapan Allah Ta’ala bahwa dia akan berusaha untuk mengubah fitrah yang telah AllahTa’ala ciptakan untuk manusia. Allah Ta’ala berfirman yang artinya,“Yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan, ’Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang sudah ditentukan (untuk saya). Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya. Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar mereka mengubahnya’. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An-Nisa’ [4]: 118-119)

Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud ayat,”Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah)”.Adapun pendapat yang paling tepat sebagaimana yang dipilih oleh Abu Ja’far Ath-Thabary rahimahullah adalah,”Mengubah agama Allah.” (Lihat Tafsir Ath-Thabary, 9/222)

Syaikh Muhammad Asy-Syinqithi rahimahullah menjelaskan,”Sebagian ulama mengatakan bahwa makna ayat ini adalahsetan menyuruh mereka untuk kafir dan mengubah fitrah agama Islam yang telah Allah Ta’ala ciptakan untuk mereka. Perkataan ini dijelaskan dan ditunjukkan oleh firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus’ (QS. Ar-Ruum [30] : 30). Maksudnya adalah, janganlah mengubah fitrah yang telah diciptakan atas kalian dengan (mengerjakan) kekafiran”. (Tafsir Adhwa’ul Bayan, 1/341)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata,”Sesungguhnya setiap orang dilahirkan di atas fitrah (yaitu tauhid,pent.). Akan tetapi orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai orang Yahudi, Nasrani, Majusi, atau yang semisalnya dari fitrah yang telah Allah tetapkan kepada hamba-Nya. Fitrah itu adalah mentauhidkan Allah, mencintai-Nya, dan mengenal-Nya. Setan akan memburu mereka dalam masalah ini sebagaimana binatang buas yang memburu seekor kambing yang terpisah dari kawanannya”. (Tafsir Taisir Karimir Rahman, hal.204)

Dari sini jelaslah bahwa tujuan utama “dakwah” setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesyirikan. Karena ketika manusia sudah terjerumus ke dalamnya, maka batal-lah tauhidnya. Dan ketika tauhidnya sudah batal, maka sebanyak apa pun amal shalih yang diperbuatnya, semuanya akan menjadi sia-sia belaka. Sehingga setan pun tidak mempunyai kepentingan lagi untuk mengganggunya.

Oleh karena itu, kita kadang melihat orang-orang yang berbuat syirik dengan beribadah di makam orang-orang shalih, mereka beribadah dengan melaksanakan shalat, berdzikir, atau membaca Al Qur’an dengan penuh kekhusyu’an. Bahkan bisa jadi mereka beribadah di sisi makam tersebut semalam suntuk tanpa merasa lelah dan mengantuk. Sesuatu yang mungkin sangat sulit dilakukan oleh orang-orang selain mereka. Demikianlah, kekhusyu’an mereka itu tidak lain karena memang setan tidak lagi mempunyai kepentingan untuk mengganggu ibadahnya tersebut. Karena setan sudah mengetahui, bahwa sebanyak apa pun amal ibadah yang mereka lakukan semuanya akan sia-sia belaka dan tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Syirik Merupakan Dosa yang Tidak Akan Diampuni Jika Tidak Mau Bertaubat

Allah Ta’ala berfirman,”Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang tingkatannya lebih rendah dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 48)

Ayat ini menunjukkan betapa berbahayanya dosa syirik karena Allah Ta’ala tidak akan mengampuninya kecuali jika pelakunya bertaubat darinya. Padahal, ampunan dan rahmat Allah Ta’ala sangatlah luas dan meliputi segala sesuatu. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Hajj [22]: 60)

Hal ini diperkuat oleh hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang wanita sedang menggendong anaknya sambil memberi makan, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya,“Menurut kalian, apakah ibu ini tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?” Para sahabat menjawab,”Tidak, demi Allah! Dia tidak akan tega, selama dia mampu untuk tidak melemparkan anaknya”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Sungguh Allah lebih mengasihi para hamba-Nya dibandingkan kasih sayang ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari no. 5999 dan Muslim no. 7154)

Ayat dan hadits di atas menunjukkan betapa besar kasih sayang dan ampunan Allah Ta’ala kepada hamba-hambaNya, melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Akan tetapi, orang-orang musyrik tidak ikut tercakup di dalamnya. Hal ini menunjukkan begitu besarnya kejahatan dan kedzaliman yang ditimbulkan oleh kesyirikan.

Maka barangsiapa yang meninggal di atas kesyirikan, maka dia tidak akan diampuni. Sehingga hal ini menunjukkan betapa bahayanya kesyirikan. Kita wajib menghindarinya sejauh-jauhnya. Setiap dosa masih mungkin dan masih ada harapan untuk diampuni jika pelakunya tidak bertaubat, kecuali dosa syirik. Sedangkan kesyirikan tidak mungkin untuk dihindari kecuali dengan mempelajarinya dan mengetahui bahayanya. (Lihat I’anatul Mustafiid, 1/95)

Apabila seseorang berbuat syirik kemudian bertaubat dan meninggal di atas tauhid, maka Allah Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya, termasuk dosa syirik. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Katakanlah,’Hai hamba-hambaKu yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53)

Inilah sebagian kecil di antara bahaya-bahaya kesyirikan. Oleh karena itu, sudah selayaknya apabila seseorang sangat takut untuk terjerumus ke dalam perbuatan syirik. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam telah memberikan teladan kepada kita ketika beliau berdoa kepada Allah Ta’ala, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata,’Wahai Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman. Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Wahai Rabb-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan mayoritas manusia’”. (QS. Ibrahim [14]: 35-36)

Ibrahim ‘alaihis salaam berdoa seperti itu, padahal beliau telah memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai kekasih Allah (khalilullah). Meskipun demikian itu keadaan Ibrahim ‘alaihis salaam, beliau tetap mengkhawatirkan apabila dirinya jatuh terjerumus ke dalam perbuatan syirik, karena hati manusia berada di antara jari-jemari Ar-Rahman. Oleh karena itulah, sebagian ulama mengatakan,”Dan siapakah yang merasa aman dari ujian setelah Ibrahim ‘alaihis salaam (tidak merasa aman)?” Karena Ibrahim ‘alaihis salaam mengkhawatirkan dirinya kalau terjerus ke dalam perbuatan syirik ketika beliau melihat banyak manusia yang terjerumus ke dalamnya. Wallahu a’lamu. [At Tauhid edisi VI/01 / 31 December 2009]
Mengembalikan Citra Muslimah

Orang-orang kafir terus-menerus melancarkan serangannya melawan Islam dan kaum Muslimin, juga mengadopsi strategi baru yang didisain untuk menghancurkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menghancurkannya dan keluarganya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa wanita Muslimah adalah tulang punggung Ummat, namun orang-orang kafir terus menyusupi pemikiran wanita Muslimah dan telah mengubah pandangan mereka dari yang seharusnya selalu bersandar kepada perintah dan larangan Allah SWT.

Ada banyak musuh-musuh kaum Muslimah yang mengikuti syetan sampai Yahudi, Nasrani, Musyrikin dan kaum sekularis, yang membawa tujuan yang sama yaitu meracuni pemikirannya dengan kotoran dan propaganda bahwa mereka harus seperti wanita Barat pada hari ini. Di bawah embel-embel kebebasan, wanita Muslimah dimangsa oleh media dan berbagai institut pendidikan seperti halnya kurikulum nasional. Dengan ini, beberapa strategi dan alat digunakan sebagai konspirasi untuk meracuni pemikirannya dengan begitu dia tidak lagi senang dengan tugas utamanya, sebagai seorang ibu atau ibu rumah tangga; tetapi dia ingin menjadi korban penghinaan, pelecehan, dan keburukan di masyarakat sekarang dimana dia tinggal.

Konspirasi Melawan Wanita Muslimah

Majalah baru telah diperkenalkan dengan tujuan mengganti model (idola) yang sholehah, seperti Shahaabiyat (para sahabat wanita) dengan bintang pop dan model cat walk saat ini. Majalah-majalah yang sama juga mempromosikan industri kosmetik dan ide-ide seperti kecantikan, fashion dan ‘kesuksesan wanita karir’, dan membawa ide-ide yang bertolak belakang dengan Islam.

Mereka bertujuan untuk menghancurkan gambaran dari suami Muslim dan membandingkannya dengan orang-orang Barat. Mereka mempromosikan suami Muslim sebagai salah satu orang yang membolehkan suaminya untuk mempunyai sebuah ‘kehidupan’ dan menganggapnya kuno dan ketinggalan zaman, menyatakan bahwa pemikiran dan pandangannya sudah tidak mempunyai nilai sosial di kehidupan sekarang. Sedikit yang menyadari bahwa wanita Muslimah sesungguhnya telah benar-benar memahami hadits yang berbunyi:

‘Istri yang diridhoi olehNya adalah ketika dia mati bisa ke surga melalui semua pintu yang dia inginkan.’

Orang-orang kafir telah mendisain program untuk menjadikan wanita Muslimah masuk ke dalam tendensi pendidikan, sebuah edukasi yang fokus pada “kebaratan” dan jalan untuk mengadopsi kebudayaan-kebudayaannya terhubung langsung dengan keimanannya; selanjutnya, identitasnya bisa menjadi sama dengan orang-orang atau wanita kafir, dan jika itu terjadi, maka dia jelas menunjukkan kelemahan imannya. Rasulullah SAW menginformasikan kepada kita bahwa,

‘Dia bukan golongan kami yang mengikuti Kuffar (Orang-orang kafir).’

Mereka menggunakan sabun untuk mengaburkan pemikiran wanita Muslimah dengan tujuan untuk menjadikan dia seorang yang materialistis. Mereka bahkan memperpanjang untuk mengartikan sabun ini ke dalam bahasa yang wanita Muslimah mengerti dalam bagian dunia yang berbeda.

Ibu rumah tangga ditawarkan alternatif yang lebih baik seperti pendidikan dan entertaimen dan dijamin bahwa entertaimen ini tidak berdasarkan syari’ah. Sebagai contoh pergaulan bebas yang lazim pada saat alternatif itu ditawarkan. Muslimah selanjutnya, akan memahami perkataan Nabi SAW ketika beliau berkata,

“Wahai kaum laki-laki dan perempuan, pisahkan diri kalian; tidak diperbolehkan bagi kalian berada di tempat yang sama.

Wanita Muslimah diinformasikan tentang hak mereka di Barat dan mengatakan bagaimana mereka menjadi wanita bebas dan mereka seharusnya tidak seperti budak. Namun, bagaimana ini bisa menjadi mungkin ketika Muslim, mengabaikan apakah mereka pria dan wanita, adalah seorang ‘hamba’ Allah?

Muslimah didorong untuk menyerukan persamaan dengan laki-laki dan dia sering mengatakan bahwa agama yang mengajarkannya. Namun, Muwahhidah (seorang wanita dengan tauhid yang lurus) sejati akan mengetahui bahwa jika Penciptanya telah memutuskan sesuatu maka dia akan menaati dengan ikhlas sebagaimana yang dia pahami dari Al-Qur’an Surah 33, ayat 36:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.’

Mereka melukiskan gambaran ibu rumah tangga menjadi rendah dan menyoroti wanita Barat modern. Mereka juga mencoba untuk menanamkan dalam benak mereka bahwa dia tidak membutuhkan perlidungan dari laki-laki manapun dan bahwa ayah atau suaminya bukanlah amir (pemimpin) nya tetapi seseorang yang sama seperti dirinya.

Mereka berkata kepada Muslimah bahwa Muslim laki-laki sangat menindas dan akhirnya Islam menyalahkan perbuatannya menurut kepercayaannya. Mereka gagal membedakan anatara kultur, tradisi dan Dien, dan mempromosikan Islam sebagai sebuah penindasan jalan hidup yang didisain untuk menekan kebutuhan wanita dengan menaikkan derajat pria.

Wanita diajarkan untuk masuk ke dalam pusat kebugaran dan gimnasium kemudian menceritakan bahwa tubuh yang ramping itu menarik selanjutnya menghalangi mereka dari kebutuhan anak karena mereka menjadi lebih tertarik memelihara jari-jari mereka. Namun, Muslimah sejati akan mengetahui bahwa Rasulullah SAW telah berkata kepada kita bahwa Dia SAW merasa bangga kepada wanita yang pada hari pengadilan yang menikah dan merawat anak-anak mereka, dan dia masih bisa merawat tubuhnya walaupun melakukan ini!

Walaupun hanya sedikit contoh yang telah disoroti di atas, itu menjadi bukti bahwa orang-orang kafir telah mempersiapkan untuk berbuat apa saja untuk mempengaruhi pemikiran Muslimah dengan konspirasi mereka juga agenda busuk yang terus dilancarkan. Namun Muslimah sejati akan berpandangan lurus melewati kebohongan dan pandangan yang salah ini selanjutnya akan memahami realitas bahwa tidak ada ideologi di muka bumi ini dan tidak ada sekolah saat ini yang menghormati wanita Muslimah seperti Islam melakukannya.

Dia akan memahami dan dengan kuat yakin bahwa Syari’ah melindunginya seperti seorang Ibu, anak perempuan, istri, bibi dan sebagainya dan Allah SWT telah memuliakannya dan meberikannya kedudukan yang tinggi di dunia. Dia tidak akan kalah terhadap keinginan-keinginan non-Muslim dan akan terus taat kepada Allah SWT di semua aspek kehidupannya, menjadi seperti ini baik dalam kehidupan pribadinya maupun kehidupan sosialnya, dan akan terus meninggikan Kalimah Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda tentang seorang wanita Muslimah,

‘Seluruh dunia adalah perhiasaan, dan sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita yang sholeh.’

Wallahu’alam bis Showab!

(al muhajirun, 18 april 2010)

Rabu, 19 Mei 2010

Terorisme: Perang Salib Baru?

Istilah terorisme bukan suatu hal yang kompleks, bahkan secara bahasa istilah ini tidak mampu memberikan arti secara menyeluruh. Lalu kenapa orang lambat sekali dalam menempatkan definisi istilah ini? Dari fakta yang ada, terdapat sebuah kedengkian di balik semua ini, karenanya dibutuhkan definisi yang menyeluruh termasuk variasi komponen-komponennya dan batasan-batasan yang diperlukan dari aspek yang berlawanan dengan komponen tersebut. Dalam fikiran banyak orang sekarang ini justru membutuhkan semua partai untuk mendefinisi istilah ini supaya tidak menjatuhkan hukuman pada orang yang tidak bersalah atas sejumlah tindak kejahatan dan sejumlah kebenaran yang disimpangkan.

Sayang sekali pemerintahan Barat terlalu terburu-buru menyikapi hal ini dengan mengeluarkan sejumlah hukum untuk memerangi terorisme dalam semua aspek kehidupan, juga membatasi gerak teroris dan menguras kering sumber-sumber pemasukan mereka yang pada akhirnya mengeliminasi mereka. Pemerintah Barat juga gagal mendefinisikan apa itu terorisme dan siapa teroris itu? Adakah yang terlihat lebih bodoh daripada melihat lembaga-lembaga pemerintahan seperti DPR dan gereja-gereja mengeluarkan argumen yang satu sama lain saling menentang dalam membahas Teror Bill (Undang-Undang Terorisme di UK, sebagaimana juga Undang-Undang Terorisme di negara-negara sekuler lainnya), tentang siapa yang ditahan dan siapa yang dibebaskan, siapa yang dipenjara dan siapa yang diizinkan untuk bebas hidup di atmosfer bumi ini?

Teror Bill menjadi politik sepak bola antara DPR (House of Representative-DPRnya Inggris) dan pihak gereja. Dalam setiap pertemuan mereka berselisih dan diakhir pertemuan isu-isu tersebut dibuang dan dilupakan begitu saja, walaupun mereka sama-sama marah terhadap terorisme dan pelakunya, akan tetapi mereka tidak menggambarkan siapa teroris itu, siapa yang mereka perangi dan mereka lawan atau siapa yang ingin mereka tawan. Istilah terorisme dilebarkan/diluaskan definisinya dengan kepandaian berbicara mereka dan dengan istilah-istilah kontroversial di era saat ini. Belum lagi jika kita memperhatikan dunia sekitar dari orang-orang yang menggunakan dalih pembelaan dengan dalih "Perang Melawan Terorisme". Kita dapati mereka meluaskan arti tanpa terkecuali pada Muslim yang jujur, ikhlas, benar dan tekun beribadah. Hal ini menimbulkan 100 pertanyaan yang muncul di benak kita berkenaan dengan maksud dan tujuan dari pemerintah Barat dan pemerintahan murtad sekuler lainnya dalam perang mereka melawan terorisme, termasuk pertanyaan, apakah ini perang melawan terorisme (yang tetap tidak terdefinisikan) atau perang melawan Islam dan kaum Muslimin ?

Kita tidak akan menempatkan definisi sesuai dengan Islam karena terorisme sudah menjadi kristal yang amat jelas bagi seorang muslim. Sesungguhnya Islam tidak akan pernah memberikan arti yang bermakna ganda berkaitan dengan masalah apapun. Bagaimanapun dalam analisis singkat ini, kami sepertinya akan menyoroti alasan yang telah dibuat oleh senat di Amerika, PBB dan parlemen-parlemen di Eropa, rumah-rumah dewan dan pihak gereja, serta di negara-negara atau rezim murtad sekuler boneka Barat yang mengklaim ahli dalam menempatkan hukum dan perundang-undangan serta ahli dalam mempermainkan peran Tuhan dalam kehidupan, menunda definisi tersebut untuk diinformasikan kepada kita apa itu terorisme dan siapa teroris itu dengan tujuan agar kita mengakui salah satu pendapat dari mereka.

Kesimpulannya:

(i) Sebagai seorang Muslim kami berfikir bahwa menunda persoalan ini atas definisi terorisme oleh pemerintah Barat disebabkan oleh dalamnya akar historis perang salib, diniatkan atau tidak, secara fakta melawan Islam dan kaum muslimin karena mereka tidak mengijinkan keberadaan Muslim yang ikhlas, definisi teroris dalam kacamata pemerintah Barat lebih menyoroti masalah peran dan perkembangan dakwah Islam, jika mereka menemukan pada diri Muslim maka mereka akan dijatuhkan definisi teroris. Dengan kata lain definisi ini akan menteror setiap Muslim yang beriman karena ia dapat berpotensi menjadi subyek teroris yang rawan untuk dipenjara dan ditahan. Ini akan menggerakkan seorang Muslim untuk menganggap hina satu sama lain dan mendorong jutaan Muslim lainnya untuk menghentikan pelaksanaan agama mereka sendiri atau memaksa mereka untuk menjadi defensif dalam semua aspek kehidupan karena takut untuk dipenjara.

(ii) Pemerintah Barat telah gagal untuk mendefinisikan istilah terorisme, karena mereka khawatir akan mujahidin yaitu para pejuang kebebasan, berperang untuk memerdekakan (membebaskan) tanah kelahiran mereka, mungkin juga mereka mengambil manfaat dari keadaan tersebut sehingga meniadakan definisi istilah tersebut. Penegasan istilah terorisme justru akan mendorong umat muslim di UK (Inggris) atau di bagian dunia lainnya lebih terdorong untuk mengumpulkan dana dan dukungan atas saudara muslim mereka yang berperang melawan invasi asing seperti yang telah mereka kerjakan selama beberapa tahun dalam memberikan dukungan atas mujahidin di Palestina, Bosnia, Chechnya, Kashmir, Libanon Selatan dan lain-lain melawan invasi yang mayoritas dilakukan oleh pemerintahan Barat sendiri dan tentara-tentaranya seperti tentara AS, UK (Inggris) dan negara-negara Eropa lainnya yang berada di Afghanistan, Iraq dan lain-lain. Mereka melarang semua group-group/kelompok-kelompok jihad yaitu para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia, mereka dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme beberapa waktu lalu, mereka mulai ditahan/dipenjara karena memiliki latar belakang pernah mendukung organisasi-organisasi teroris walaupun ketika itu masih belum ada undang-undang yang tertulis yang mengaturnya akan tetapi sebaliknya pemerintah Barat melakukan legitimasi hukum dengan studi kasus termasuk apa yang terjadi saat ini membubarkan organisasi-oraganisai Islam dan menangkapi aktivisnya dengan melabelinya sebagai teroris.

(iii) Definisi terorisme dan pembuatnya menjadi standart internasional akan mencegah banyak pemerintahan di dunia untuk melakukan bentuk terorisme melawan oposisi mereka. Dapat dipastikan akan terjadi gencatan senjata di negara-negara yang memiliki catatan tertinggi angka diskriminasi dengan melawan rakyat mereka sendiri karena latar belakang warna kulit, agama atau perbedaan pandangan sebagaimana yang terjadi di AS, Jerman, Israel dan semua rezim di Timur Tengah, Asia dan negara-negara Timur Jauh.

(iv) Jika istilah terorisme didefinisikan dan disetujui secara internasional maka ini akan mempermudah dalam menyalahkan/menolak negara-negara yang mengirimkan tentara mereka melawan negara berdaulat yang lain dan akan mencegah campur tangan dalam negara lain, contoh campur tangan AS di Panama, Iraq dan Afghanistan atau Rusia di Chechnya dan sekarang AS di Dalfur, Sudan dan lain-lain.

(v) Definisi terorisme akan menunjukkan bahwa pemberontakan rakyat Palestina adalah suatu perang yang sah dan layak untuk mendapatkan dukungan atau akan menjadikan legal/sah bagi umat Muslim di dunia untuk mendukung mereka. Definisi terorisme secara mutlak menjadikan negara Israel sebagai pasukan penjajah dan Israel layak untuk diperangi dan dilawan.

(vi) Definisi terorisme akan membuat pemerintahan seperti Amerika dan Inggris sebagai pemerintahan yang patut dicela karena melakukan praktek terorisme melawan banyak orang-orang Muslim yang menentang hukum buatan manusia, orang-orang muslim ditahan dan didiskriminasi, ditentang atau aktivitas mereka dilarang dibawah dalih terorisme seperti halnya pelbagai jama'ah kaum muslimin yang di bekukan diberbagai negara dan individu-individu yang ditahan seperti Khalid Al Fawaaz, Syeikh Abu Qatadah dan Syeikh Abu Hamza Al Misry.

(vii) Definisi istilah terorisme tidak menjadi target kepentingan orang munafik seperti MCB, MAB dan MPAC (organisaisi-organisasi sekuler liberal di UK) atau organisasi-organisasi yang lain yang menampakkan titel "moderat", organisasi-organisasi yang menjadi penyeru kedamaian dari pemerintah Inggris dan organisasi Islam gadungan karena mendiamkan umat yang mengalami teror kemudian masih saja mampu untuk mempromosikan kekotoran mereka terhadap syariah dan menyimpangkannya dengan nama Islam yang dipalsukan dalam versi Barat; menekankan kedaulatan untuk ratu atau pemerintahan murtad sekuler, menyerukan umat muslim untuk kafir (murtad) dengan bergabung ke parlemen, badan intelejen (untuk memata-matai aktivis dan kaum muslimin), polisi dan tentara serta menyerukan mereka untuk berintegrasi ke jalan hidup kufur dan menghalalkan apa yang Allah SWT larang seperti riba, mempromosikan pergaulan bebas dan berpartisipasi dalam pemilu, menyerukan dialog antar umat beragama dan lain-lain.

Karenanya membiarkan istilah terorisme tidak terdefinisi justru akan menteror umat dan akan membiarkan MCB untuk mengungkapkan pernyataan yang salah terhadap orang-orang Muslim yang benar serta mengklaim mengontrol lebih dari 1000 mesjid, sebagaimana mereka telah mengontrol pemilihan presidensil yang hanya memiliki satu kandidat yaitu presiden dari Mesir atau Libya dan orang yang menang adalah yang menguasai suara mayoritas dengan ketiadaan kandidat oposisi yang lain.

Atas alasan di atas kami menantang pemerintah Barat, termasuk pihak gerejawan dan anggota dewan bahwa jika ini bukan sebuah perang salib melawan Islam dan kaum muslimin, lalu kenapa penyatuan definisi teroris tidak pernah mereka buat? Itu karena akan menjadikan mereka sebagai orang pertama yang akan disalahkan oleh dunia karena aplikasi terorisme yang telah mereka perbuat kepada yang lain. Bagaimanapun, sangat jelas bahwa mereka tidak ingin mendefinisikannya agar dapat menjaga kebebasan mereka dalam bertindak, bebas melarang atas yang lain dan menjaga slogan retorikal berperang melawan terorisme, karena alasan itu dianggap sangat elastic (pasal karet), juga memungkinkan bagi mereka untuk campur tangan dalam urusan negara lain kapan saja mereka inginkan dan menyimpangkan kebebasan masyarakat (sebagaimana definisi mereka) melawan individu yang menantang kepentingan mereka dan terlebih lagi kepentingan historis dalam perang salib melawan Islam dan kaum muslimin khususnya orang-orang yang menjadi ahlul tauhid.

Baru-baru ini kami mendengar sebuah berita baru tentang seorang laki-laki yang menyerang Parlemen Swiss dan membunuh 14 orang anggota parlemen, walaupun secara fakta dia tidak membunuh begitu banyak anggota parlemen dan sempat melukai banyak orang. Komentar pertama yang keluar dari juru bicara kantor tempat kejadian, itu bukanlah sebuah aksi teroris dan tidak berhubungan dengan terorisme, seluruh isu berkaitan dengan itu ditutup rapat-rapat sepertinya kejadian itu tidak pernah terjadi karena pelakunya orang swiss dan non muslim.

Tidak diragukan lagi seandainya dia adalah seorang muslim maka insiden tersebut akan dilabeli dengan aksi terorisme. Dia sendiri beserta keluarganya akan dikatakan sebagai teroris dan umat muslim di seluruh dunia juga akan dilabeli sebagai kaki tangannya. Kejadian tipe ini dan yang lainnya serupa, yang menimbulkan beberapa pertanyaan berkaitan dengan teroris ini, sebesar apakah tentara yang akan disiapkan untuk membasmi teroris dan siapakah yang ingin mereka basmi dan ingin mereka kuras kekayaannya?

Pandangan sekilas di seluruh dunia yang akan muncul akan menampakkan banyaknya organisasi-organisasi yang dermawan (bergerak di bidang sosial) yang dikelola oleh orang-orang Muslim justru itu yang banyak ditutup dan dilarang dan sumber-sumber kekayaan mereka dibekukan. Fenomena ini akan membuat kita semakin percaya bahwa sumber-sumber kekayaan yang mereka ingin kuras justru dari pihak orang-orang yang mendukung/membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Adapun para pengungsi Muslim yang ada diseluruh dunia adalah korban dari terorisme internasional yang diperankan oleh AS dan Inggris beserta anak haram mereka yang dikenal dengan sebutan negara Israel. Jika mereka benar-benar ingin menghentikan dukungan terhadap kriminal perang yaitu penjahat zionis dan negara Israel serta pendukung-pendukung mereka yang merupakan rezim yang angkuh di seluruh dunia seperti Mesir, Libya, Pakistan, Saudi Arabia, Iran, Turki dan lain-lain.

Karena alasan-alasan tersebut dan banyak alasan lainnya, kami tidak meragukan bahwa tidak terdefinisikannya istilah terorisme secara tegas adalah bagian dari perang melawan Islam dan umat muslim yang didukung pula oleh orang-orang munafik yang mengaku sebagai seorang muslim seperti pemerintah Saudi Arabia yang mendeklarasikan dukungan penuh atas terorisme AS dan negara-negara seperti Iran yang menyerukan kematian atas Amerika, akan tetapi ketika Amerika mendapat serangan, mereka sholat jenazah untuk mereka, selama beberapa menit suasana menjadi hening (turut berduka cita) dan bahkan yang lebih parah lagi mereka menutup daerah perbatasan mereka dengan Afghanistan sehingga tidak memberikan kesempatan kepada laki-laki atau wanita untuk selamat dari bom-bom Amerika dengan alasan yang sangat sederhana hanya karena orang-orang muslim di Afghanistan adalah golongan Sunni.

Ada banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa perang melawan terorisme diorganisasi oleh orang-orang salib demi melawan Islam dan umat Muslim yang ikhlas. Perang itu akan berlangsung terus antara kebenaran dan kebathilan. Bagaimanapun pada akhirnya kemenangan adalah sebuah permasalahan yang telah ditakdirkan akan diraih oleh golongan yang benar, kaum Muslimin. Insya Allah.

(M Fachry/Ikhwan UK/arrahmah.com)

Senin, 17 Mei 2010

Aktivis JAT, Susno, dan Century

alt
Kaum muslimin rahimakumullah,

Beberapa waktu lalu secara mengagetkan sejumlah aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ditangkap oleh Densus 88 di markas jamaah yang dipimpin oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini di kawasan Pejaten Jakarta Selatan. Mereka ditangkap dengan tuduhan sebagai teroris daqn oleh karenanya 7x24 jam setelah penangkapan tidak boleh dijenguk keluarga.

Sehingga ketika keluarga para aktivis yang menjenguk mereka di Mabes Polri bersama Koordinator TPM, Ahmad Michdan tidak bisa ketemu mereka dan kabarnya hanya ditunjukkan foto mereka. Menurut penuturan Michdan di TV, keluarga khawatir mereka diperlakukan secara zalim sebagaimana yang telah menimpa Muhammad Jibril Abdurrahman yang dianiaya di dalam tahanan sekalipun sebelumnya telah dikatakan oleh petinggi Densus 88 bahwa mereka tidak disentuh.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Para pengamat di Jakarta menilai bahwa penangkapan sejumlah pengurus dan aktivis Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di kantor secretariat mereka di Jakarta itu sebagai salah satu upaya untuk menjebloskan kembali KH. Abu Bakar Ba’asyir ke dalam penjara. Sebab, pengasuh pondok pesantren AL Mukmin Ngruki Jawa Tengah ini memang sudah ditarget. Dulu begitu meledak Bom Bali 1 pada tahun 2002, kyai yang tegas dan lantang bicaranya dalam menyampaikan ajaran Islam itu dituduh sebagai otak pengeboman yang menewaskan ratusan orang itu dan divonis 1,5 tahun penjara.

Namun keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu dianulir oleh Mahkamah Agung dengan putusan beliau tidak terbukti sebagai otak pengeboman tersebut. Beliau dibebaskan berdasarkan keputusan MA tersebut, sekalipun secara riil beliau menjalani seluruh masa pemenjaraan karena keputusan MA datang setelah beliau menjalaninya. Artinya, terkait dengan konstalasi implementasi global war on terrorism yang dilancarkan pemerintahan AS sejak masa Bush, maka secara politik Ustadz Abu yang sangat vocal sebagai ulama yang anti AS dan selalu mendorong diterapkannya ajaran Islam oleh negara secara kaffah ini memang harus dipenjara.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Selain analisa di atas juga ada analisa bahwa penangkapan para aktivis JAT itu adalah salah satu upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap kasus bail out yang dilakukan oleh mantan Gubernur BI yang kini jadi Wapres Boediono dan mantan ketua KSSK Menkeu Sri Mulyani kepada Bank Century sebesar 6.7 T. KPK yang baru-baru ini memamerkan tontonan yang tidak sedap, yakni mendatangi istana Wapres dan kantor Menkeu dalam rangka memeriksa mereka telah menyulut banyak protes dari berbagai pihak.

Dan Sri Mulyani pun secara spektakuler tiba-tiba dipinang Bank Dunia untuk menjadi managing director Bank yang menebar jala rente ke seluruh dunia itu. Anehnya, Presiden SBY justru memberikan ucapan selamat sebagai tanda lampu hijau bagi Menkeu dan KPK pun dengan terang-terangan mengatakan tidak perlu mencekalnya. Ini semua memicu berbagai tanda Tanya di masyarakat. Apa sebenarnya yang terjadi. Oleh karena itu, penangkapan aktivis JAT diperkirakan bisa mengelabui masyarakat.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Belum cukup dengan pameran arogansi polisi pada penangkapan para aktivis JAT, polisi memamerkan arogansinya pada penangkapan mantan Kabareskrim Komjenpol Susno Duaji yang baru-baru ini membongkar para jenderal di Mabes Polri yang terlibat dalam makelar kasus (markus) di Mabes Polri terkait kasus rekening 25 M yang dimiliki pegawai pajak golongan 3A, Gayus Tambunan dan kasus penipuan pada penangkaran Arwana.

Susno yang selama ini vocal melawan para markus dan oknum petinggi polri yang dianggapnya telah mengkhianati institusi Polri itu sendiri dijadikan tersangka meskipun tanpa bukti, tapi hanya berdasarkan keterangan orang-orang yang terlibat markus yang dibongkarnya. Oleh karena itu, istrinya, Herawati menulis surat terbuka aduan kepada ibu negara, Ani SBY dan disiarkan secara langsung oleh media massa. Herawati melaporkan kezaliman yang dihadapi oleh keluarganya dan keyakinannya bahwa suaminya bersih dari segala tuduhan elit Polri. Namun toh Susno tetap ditahan dan dipindahkan dari kamar tahanan Bareskrim Mabes Polri ke Mako Brimob Kepala Dua.

Demikian juga reaksi keprihatinan dari Ketua DPR Marzuki Ali dan Komnas HAM serta berbagai pihak tidak menyurutkan tekad polisi menahan mantan Kabareskrim itu. Tidak sedikit keprihatinan para ulama atas penangkapan dan penahanan tersebut disampaikan melalui FUI. Artinya, penangkapan dan penahanan terhadap Jenderal Bintang Tiga yang kabarnya anti judi dan kemaksiatan serta anti setoran itu sudah menjadi sabda pandito ratu!

Kaum muslimin rahimakumullah,

Apa yang telah kita bahas di atas adalah paparan tentang berbagai ketidak adilan dan upaya pengalihan perhatian masyarakat dari kasus skandal penyalahgunaan yang sangat besar, yakni kesalahan kebijakan bail out century. Masyarakat pun akan skeptis kepada institusi Polri.

Mereka akan khawatir kalau melaporkan suatu kasus kejahatan, sebab bisa-bisa bernasib sial seperti Jendral Susno, justru dijadikan tersangka! Aneh, Susno yang sering disebut namanya oleh persidangan para marskus di propam Mabes Polri dan disebut oleh Syahril Johar menerima uang 500 juta langsung ditangkap dan ditahan, sementara yang terlibat kejahatan kebijakan bail out 6,7T malah dibiarkan melenggang kemana-mana, bahkan tidak dicekal. Jelas ini pameran ketidakadilan.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Islam mengajarkan bahwa siapapun yang diberi wewenang hukum, wajib berbuat adil. Allah SWT berfirman:

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. AL Maidah 8).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Allah SWT memerintahkan kepada kita semua untuk tetap di jalan yang benar dan tidak berpihak kepada siapapun yang berbuat zalim. Allah SWT berfirman:

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang Telah Taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, Kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. Huud 112-113).

Kaum muslimin rahimakumullah,

Dan janganlah ada pihak-pihak yang menjadi alat kekuasaan yang menjalankan angkara murkanya. Rasulullah saw. bersabda:

"سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ".

Di akhir zaman akan ada polisi-polisi yang di pagi hari membuat Allah marah dan di sore hari membuat Allah murkan, maka janganlah menjadi teman-teman mereka” (HR. Tabrani).

Semoga bangsa yang mayoritas muslim ini menyadari hakikat masalah ini dan segera mengembalikan kepada jalur yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Allah SWT.

Baarakallah lii walakum!
(Buletin Ad Dakwah/Tuesday, 11 May 2010 21:41 | PostAuthorIconWritten by Ahmad Fahmi | PDF Print E-mail)
Susno Tetap Gak Mau Diperiksa Sebagai Tersangka
Senin, 17 Mei 2010 /Republika OnLine » Breaking News
Respons Pesan Jihad Abdullah Sonata, Polri-FBI Blokir Situs Teroris
JAKARTA - Mabes Polri bergerak cepat dalam merespons pesan jihad Abdullah Sonata di internet. Setelah dimuat Jawa Pos kemarin (16/5), situs yang beralamat di http://7ihadmedia.wordpress.com tersebut diblokir. Hal itu terjadi setelah Cybercrime Bareskrim Mabes Polri berkoordinasi dengan Biro Penyelidik Federal AS (FBI).

''Saya mendapat informasi dari Kombespol Faisal dari cybercrime bahwa sudah ada koordinasi dengan FBI terkait dengan situs internet itu,'' ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombespol Zulkarnaen kepada Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, Mabes Polri tidak bisa menghambat seseorang membuat situs yang proteroris. ''Itu kewenangan Wordpress yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Mereka punya free space untuk setiap orang yang berkreasi,'' katanya.

Sebelumnya, Sonata yang menjadi buron utama Densus 88 Mabes Polri mengirimkan pesan dari tempat pelariannya. Dalam naskahnya, Sonata yang disebut-sebut sebagai pengganti dan penerus Dulmatin (teroris buron yang ditembak mati beberapa waktu lalu) meminta bantuan para alumnus daerah konflik dan eks narapidana terorisme untuk bergabung (Jawa Pos, 16/5). Sonata juga mengecam mantan teroris yang justru membantu polisi.

Zulkarnaen menjelaskan, dalam kasus terorisme, biasanya respons AS lebih cepat.

''Ini kasus yang khusus. Jadi, ada atensi tersendiri,'' ujarnya.

Ucapan mantan Kabid Bina Mitra Mabes Polri itu memang terbukti. Nyatanya, website itu tutup kemarin sore. Meski begitu, ada beberapa yang lolos blokir. Misalnya, http://azzamalqitall.wordpress.com masih bisa diakses.

Koordinasi Unit Cybercrime Mabes Polri dengan FBI juga dilakukan untuk melacak otentisitas pembuat pesan. ''Koordinasi itu termasuk dalam rangkaian pengungkapan jaringan pendukungnya di dunia maya (internet),'' tutur Zulkarnain.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring berjanji segera mempelajari isi website pendukung teroris Abdullah Sonata. Jika benar-benar menyimpang dan membahayakan, pihaknya akan berupaya menutup situs tersebut.

''Tapi, itu juga tidak mudah. Jika domain situs tersebut berada di Indonesia, kami bisa menutup. Tapi, kalau wordpress.com, itu yang sulit,'' ucapnya saat dihubungi Jawa Pos via ponsel kemarin.

Menurut Tifatul, situs tersebut memiliki domain di Amerika. Jadi, pihaknya tidak bisa menutup. ''Kami hanya bisa mengirimkan surat agar mereka memblokir alamat situs itu,'' ucapnya.

Tetapi, biasanya setelah dihapus situs itu muncul lagi dengan alamat yang berbeda. Nah, itulah yang menjadi masalah bagi Kemenkominfo. Tifatul hanya berjanji akan memelototi situs-situs yang menyim­pang dan menyaringnya.

Sementara itu, Zulkarnaen menjelaskan bahwa konsentrasi Densus 88 memang tertuju kepada Sonata. Sebab, peran teroris berusia 32 tahun itu sangat sentral dalam perekrutan anggota baru. ''Dia termasuk pengurus inti (jaringan),'' kata Zulkarnaen.

Korps burung hantu berusaha meringkus Sonata hidup-hidup. ''Itu prinsip utama kami, apakah dia pengurus inti, pendukung, donatur, atau simpatisan. Kami semaksimal mungkin berusaha menangkap hidup,'' ujarnya.

Alasannya, jika mereka tewas, jalur informasi akan terputus. Di antara 73 orang yang ditangkap dalam rangkaian pengungkapan jaringan teroris sejak kasus bom Marriott 2009, 13 orang terpaksa ditembak mati. ''Kami sebut itu terpaksa karena ada perlawanan. Bagi mereka, itu mati syahid. Jadi, membahayakan anggota (Densus) di lapangan,'' terangnya.

Saat ini Sonata diduga menggantikan peran Dulmatin yang tewas di Pamulang, Tangerang. Dia mengoordinasi kelompok pendukung dan juga menyuplai senjata. Maulana, yang menjadi supplier utama senjata jaringan itu, sudah tewas. ''Kami duga peran Maulana digantikan oleh seorang bernama Kamaluddin,'' ujar sumber Jawa Pos kemarin.

Menurut dia, satu jenazah yang hingga kini belum bisa dikenali diduga sebagai Imron Baehaqi alias Musthofa alias Abu Tholut, komandan lapangan yang juga alumnus Mindanao. Namun, data ante-mortem dan post-mortem ternyata tidak cocok. ''Itu berarti Abu Tholut masih berkeliaran, sangat berbahaya,'' kata anggota Ikatan Keluarga Pratisara Wirya itu.

Abu Tholut mempunyai kemampuan militer setara dengan Mustaqim (sudah tertangkap). Dia juga residivis yang divonis di Pengadil­an Negeri (PN) Jakarta Timur pada 11 Mei 2004.

Saat itu jaksa mendakwa Abu Tholut hendak melakukan tindak pidana terorisme. Itu terkait de­ngan ditemukannya bukti-bukti berupa senjata api dan bahan peledak di Jalan Taman Sri Rejeki Selatan VII/2, Semarang; Perumahan Permata Hijau Permai Blok F-11 No 16 RT 07/18 Kali Abang Tengah, Bekasi Utara; Jl Kebagusan III No 63 Pasar Minggu, Jakarta Selatan; dan Jl Cakrawijaya III Blok I No 22 RT 02/12 Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Abu Tholut yang disebut jaksa sebagai salah seorang pimpinan manthiqi III di struktur Jamaah Islamiah itu juga didakwa hendak membunuh konglomerat Ciputra yang dituding sebagai dalang kristenisasi di Indonesia.

Menurut jaksa, rencana pembunuhan itu semula akan dilakukan saat rapat umum pemegang saham luar biasa di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, pada 30 Juni 2003. Selain itu, polisi menemukan dokumen-dokumen berupa jadwal kebaktian di beberapa gereja, daftar pengurus Ayub Jabotabek, dan daftar nama pengurus PDI Perjuangan. Yaitu, Roy B.B. Janis, Alex Litaay, Jacob Tobing, J.E. Sahetapy, dan Pramono Anung.

Namun, dalam pertimbangannya, majelis hakim hanya mengenakan dakwaan sekunder (kepemilikan senjata api) sebagai hal yang memang terbukti dalam persidangan. Saat ini Abu Tholut bebas.

''Kami juga menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa kelompok itu berupaya meniru Al Qaidah dalam membentuk negara baru,'' tutur sumber tersebut. Dokumen dibawa Rosikin Noor, tersangka teroris yang tertangkap Senin malam pekan lalu (10/5).

Mereka percaya bahwa aksinya akan direstui Al Qaidah yang sekarang dikomando dari lembah-lembah di Afghanistan. Teroris menyebut serangan 17 Agustus atau amaliyah badar 7 Ramadan sebagai fase keempat strategi Al Qaidah.

Fase pertama disebut fase penyadaran. Dimulai pada awal 2000 dan berakhir 2003. (rdl/kuh/c4/dwi)(jAWA POS/[ Senin, 17 Mei 2010 ]
Susno Terancam Pemecatan tanpa Jalani Sidang
JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji benar-benar berada di ujung karir. Kuasa hukum Susno menerima informasi dari orang dalam bahwa Mabes Polri bakal memecat Susno dalam pekan ini.

"Kami menerima informasi A-1 bahwa akan dilakukan sidang in absentia (tanpa dihadiri terperiksa, Red) dengan putusan akhir pemecatan," kata koordinator pengacara Susno, Henry Yosodiningrat, kemarin (16/5).

Sidang in absentia digelar karena Susno selama ini menolak diperiksa atas dugaan pelanggaran kode etik.

Susno menganggap tak ada aturan untuk pemeriksaan tersebut. "Kalau info itu betul, itu benar-benar penzaliman atas pribadi beliau sebagai jenderal bintang tiga," tutur Henry. Selain itu, jika benar, tindakan tersebut melecehkan DPR yang sebelumnya berjanji memberikan perlindungan kepada Susno. "Kami berharap Polri bisa memberikan penjelasan," papar dia.

Kubu Susno juga bereaksi keras terhadap pembatasan para pembesuk Susno di tahanan Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar. Salah seorang pengacara Susno, Ari Yusuf Amir, menilai pembatasan itu mengekang hak asasi Susno. Ari juga menganggap perlakuan itu sudah kebablasan. Sebab, Susno berhak untuk dijenguk siapa pun.

Mabes Polri memang menyeleksi ketat pembesuk Susno. Yang boleh membesuk hanya anggota keluarga dan pengacara. Selain mereka, tidak ada yang boleh menjenguk kendati sesuai dengan jam besuk.

Menurut Ari, perlakuan berlebihan terhadap Susno itu menunjukkan bahwa Mabes Polri ketakutan dengan manuver Susno.

Isu pemecatan Susno itu dibantah Mabes Polri. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menjelaskan, vonis atas dugaan pelanggaran kode etik dijatuhkan setelah sidang digelar. "Sekarang belum ada sidangnya. Jadi, belum bisa ditentukan sanksinya," kata Edward. Dia juga memastikan sidang diadakan secara terbuka. (aga/rdl/c11/agm)(JAWA POS/[ Senin, 17 Mei 2010 ]
[ Minggu, 16 Mei 2010 ]
Abdullah Sonata Tak Mau Menyerah, Siap Melawan
JAKARTA - Teroris paling diburu oleh Densus 88 Mabes Polri saat ini, Abdullah Sonata, menyatakan tak mau menyerah. Sonata justru meminta dukungan dari para eks narapidana teroris yang sudah bebas. Selain itu, pria yang diduga polisi menggantikan peran Dulmatin itu mengajak seluruh alumni Afghanistan, Moro-Mindanao (Filipina), dan konflik Poso untuk bergabung.

''Ana (aku) bukanlah orang yang alim dan terbaik dari antum (kalian) semua. Tetapi, risalah ini ana buat dalam pelarian DPO sebagai bentuk tanashuh (nasihat) dan tadzkirah (pengingat) bagi kita semua,'' ujar Sonata melalui naskah yang di-posting di beberapa situs ''projihad''. Situs-situs itu, antara lain, beralamat di http://azzamalqitall.wordpress.com dan situs 7ihadmedia.wordpress.com.

Posting itu tertanggal 3 Mei 2010. namun, di akhir suratnya, Sonata yang menggunakan nama alias Abu Ikrimah Al Bassam Al Mathlubi itu mencantumkan tanggal 29 April 2010. Hingga tadi malam pukul 20.00, situs itu masih bisa diakses.

Nama Abdullah Sonata disebut langsung oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers Jumat lalu (14/5). Menurut Kapolri, Sonata adalah figur yang berbahaya karena militan dan pintar merekrut anggota baru. Polisi juga menduga, setelah Dulmatin tewas, Sonata menggantikan dia sebagai amir, pemimpin (lihat grafis struktur, Red).

Sonata adalah teroris residivis. Dia lahir di Bambu Apus, Jakarta Timur, 4 Oktober 1978. Dia disegani setelah menjadi komandan Laskar Mujahidin Kompak (Komite Penanggulangan Krisis) di Ambon pada konflik bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) pada 1999. Saat itu laskarnya beranggota sekitar 500 orang.

Polisi juga menuduh dia menyabot gudang senjata Brimob Polri di Tantui, Ambon, pada 2000. Di Poso, Sulawesi Tengah, dia memimpin kelompok Kompak Kayamanya.

Pada 2002, setelah bom Bali I, Sonata bertemu dengan Dulmatin dan Umar Patek di Jakarta. Sonata dan Maulana (tewas di Cawang, Red) membantu membuka kamp pelatihan di Mindanao, Filipina, sekaligus memasok dana dari Timur Tengah.

Pada April 2004, Sonata membangun kamp pelatihan Olas, Seram Barat, untuk konflik di Ambon. Dia tertangkap 6 Juli 2005 dan disidang Mei 2006.

Dalam naskahnya yang dipenuhi ilustrasi ayat Alquran, Sonata meminta para alumni daerah konflik bersatu dan bergabung bersamanya melawan Densus 88. ''Ya akhi (Hai saudaraku), jangan antum merasa cukup karena pernah berjihad di Afghanistan, Moro, Ambon, Poso, dan tempat lainnya. Jangan antum merasa cukup karena sudah bergelar alumni, kemudian sekarang antum diam dan mundur ke belakang,'' tulisnya.

Sonata juga mengatakan, selama dipenjara dirinya tetap berkoordinasi dengan rekan-rekannya sesama napi teroris. ''Di Cipinang dulu, dalam kajian via HP, Ust Mukhlash (terpidana mati bom Bali, sudah dieksekusi, Red) pernah menasihati kita agar istiqamah,'' kata Sonata.

Dia mengkritik para mantan narapidana terorisme yang setelah keluar dari penjara justru membantu polisi. ''Mereka telah menjadi ansharu thaghut (penolong setan). Bahkan, ada di antaranya yang sadar atau tidak sadar telah menjadi Bani Abas, anak buah Nasir Abas,'' tulis Sonata.

Nasir Abas adalah mantan ketua mantiqi JI (Jamaah Islamiyah) yang sekarang bersama Densus 88 aktif memerangi terorisme.

Sonata berharap, teman-temannya yang belum bergabung dalam kelompok teror segera terlibat. Dia mencoba merayu dengan membangkitkan masa lalu mereka. ''Masih ingatkah antum ketika kita amaliyah bersama di front jihad Ambon, di Poso, dan tempat lainnya? Masih ingatkah antum ketika kita terombang-ambing di lautan dan kelelahan melintasi pegunungan dalam rangka menyongsong kematian?'' tulis Sonata.

Tampaknya, teroris berusia 32 tahun itu juga tak ingin tertangkap hidup-hidup. ''Tidak mungkin kita bisa meraih keutamaan ini tanpa amal jihad fii sabiilillah, tidak mungkin kita meraih kemenangan tanpa terbunuh di jalan Allah, tidak mungkin Allah memberikan rezeki sebagai syahid kalau kita cuma duduk-duduk saja,'' tulisnya.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menegaskan, perburuan terhadap Sonata masih berlanjut. ''Semua nama DPO, termasuk Sonata, kita harap bisa segera tertangkap oleh tim yang tak kenal lelah di lapangan,'' katanya.

Mantan juru bicara kasus bom Bali 1 itu meminta bantuan masyarakat jika memperoleh informasi tentang para buron polisi, termasuk Abdullah Sonata, untuk menginformasikan kepada aparat. ''Kerja memberantas terorisme tak bisa ditanggung sendiri oleh polisi, harus ada bantuan dari warga,'' katanya.

Edward meminta ketua RT dan RW meningkatkan kewaspadaan jika ada laporan dari warga tentang aktivitas yang mencurigakan. ''Bisa melalui polisi sektor atau aparat setempat di sekitar tempat tinggal,'' ujarnya.

Secara terpisah, pengamat terorisme Rakyan Adibrata SH menilai, surat Sonata di website sengaja dibiarkan oleh Densus 88 Mabes Polri. ''Tujuannya agar bisa dilacak siapa saja simpatisan mereka, misalnya yang posting atau yang mengakses,'' kata dia.

Peneliti dari Research Center for Terrorism and Security itu menjelaskan, internet protocol (IP) address bisa digunakan sebagai dasar Unit Cybercrime Densus 88 untuk melacak jejak Sonata. ''Tapi, jangan disamaratakan seolah-olah semua yang mengakses website itu teroris,'' tuturnya.

Alumnus Fakultas Hukum UII itu yakin, kemampuan Korps Burung Hantu (Densus 88) sangat memadai dalam melacak situs di dunia maya. ''Mereka dilatih langsung oleh agen NSA (National Security Agency, Red) dalam kursus-kursus yang rutin dilakukan,'' kata Rakyan.

Sebenarnya di mana posisi Sonata sekarang? Sumber Jawa Pos di lingkungan antiteror menyebutkan, posisi Sonata sudah terdeteksi. ''Dia susah lari jauh karena semua simpatisannya sekarang tiarap,'' kata dia.

Peran Sonata dalam jaringan teror baru yang menggelar tadrib asykari (latihan militer) di Aceh sangat signifikan. ''Dia menggantikan peran Dulmatin yang tertembak di Pamulang,'' ucapnya.

Sebuah regu khusus Densus 88 Mabes Polri sekarang membawa dua tersangka yang ditangkap sebelumnya untuk mengendus lokasi persembunyian Abdullah Sonata.

Siapa yang dikeler? ''Wah, itu tidak bisa dibuka di koran," elaknya.

Sementara itu, hingga tadi malam, kelima jenazah teroris yang tertembak di Cikampek berada di gedung Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Menurut Kepala Forensik RS Polri AKBP Triroso, hingga kemarin, pihaknya belum mendapat instruksi dari Tim Densus 88 untuk memperbolehkan mengeluarkan kelima jenazah itu. ''Kami hanya dititipi. Yang berwenang mereka (Densus 88, Red),'' katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Lebih lanjut, pria berkacamata itu mengatakan, proses identifikasi terhadap lima jenazah tersebut sudah pada tahap ante mortem. Yakni, mencocokkan ciri-ciri tubuh setelah mati dengan data-data sebelum mati. Karena itu, masih ada tim di lapangan yang menggali data-data dari pihak keluarga.

Bagaimana keluarga Saptono yang datang Jumat lalu (14/5) dan menyatakan bahwa berdasar ciri-ciri fisik, salah satu jenazah adalah Saptono? ''Itu kan masih data sekunder. Yang kami perlukan sekarang data primer,'' jelasnya.

Ba'asyir: Saya Difitnah Polisi

Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir membantah terlibat dalam jaringan teroris di Aceh. Dia merasa menjadi korban fitnah yang keji. "Saya difitnah. Saya tidak kenal ataupun terlibat dengan berbagai gerakan dan pelatihan di Aceh," ujar Ba'asyir saat menggelar jumpa pers di Markas Besar JAT Surakarta, Jalan Batik Keris, Turi Baru, Cemani, Grogol, Sukoharjo, kemarin (15/5).

Ba'asyir yang juga didampingi sejumlah anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) mengatakan, pihaknya menyayangkan sikap polisi yang secara terang-terangan memfitnahnya. Dia mengatakan, jika memang terlibat, dirinya siap dipanggil sewaktu-waktu. "Namun, sampai sekarang polisi tidak pernah melakukan tindakan apa pun. Apalagi, memberi tahu saya soal informasi tersebut," ujarnya.

"Jika itu benar, mengapa polisi tidak memanggil dan memberi tahu saya? Mereka malah menggunakan model orang lain," tantang Ba'asyir.

Selain membantah isu keterlibatan dirinya dalam gerakan teroris, Ba`asyir membantah bahwa JAT beserta anggotanya yang sempat diamankan polisi di Jakarta beberapa hari lalu terlibat dengan jaringan teroris Aceh. Untuk itu, dia meminta polisi merehabilitasi 11 orang, termasuk anggota JAT yang ditangkap pada 6 Mei lalu. Selain itu, Ba'asyir mendesak polisi segera membuka police line di kantor pengurus JAT di Jakarta.

Ba`asyir menegaskan, beberapa pihak juga sempat menginformasikan bahwa penangkapan terhadap sejumlah anggota JAT itu merupakan bagian dari skenario atau upaya besar untuk menangkapnya. Hal itu, lanjutnya, sengaja dikait-kaitkan dengan harapan dia juga bisa diseret dalam kasus serupa.

"Secara organisasi dan kegiatan, JAT berbeda dengan kelompok teroris di Aceh. Meski demikian, JAT masih saja dikait-kaitkan dengan gerakan teroris," bebernya.

Selama ini, lanjut Ba'asyir, kegiatan anggota JAT dan laskar tidak ada kaitannya dengan jaringan teroris mana pun. (rdl/kuh/in/jpnn/c4/c2/ari/kum)(jAWA pOS/[ Minggu, 16 Mei 2010 ]
[ Minggu, 16 Mei 2010 ]
Susno Duadji Nilai Isu Teroris Alihkan Penahanannya
JAKARTA - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji terus melakukan perlawanan atas penahanannya. Yang terbaru, Susno menilai operasi antiterorisme yang saat ini digelar Mabes Polri adalah pengalihan terhadap kasusnya.

Ucapan Susno itu diungkapkan politikus Ali Mochtar Ngabalin setelah menjenguknya di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jabar. ''Pak Susno menyampaikan (penangkapan teroris, Red) itu bukan barang baru, tapi pengalihan isu. Masyarakat harus paham,'' ujar Ali Mochtar Ngabalin ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (15/5).

Mantan anggota Komisi I DPR itu juga menyebut bahwa Susno punya data kuat soal adanya rekayasa dalam pengungkapan kasus terorisme belakangan ini. ''Harapannya tinggal masyarakat mendoakan kesehatannya agar bisa berjuang,'' katanya.

Saat ini, tutur dia, Susno dalam kondisi sehat. ''Beliau cerita bahwa alasan utama penahanannya bermula dari kasus kecurangan DPT (daftar pemilih tetap) dan kasus dugaan korupsi IT (information technology) KPU yang akan dibongkar KPK,'' terangnya.

Saat itu, jelas Ngabalin, sebagai Kabareskrim, Susno menyatakan siap mendukung KPK. ''Tetapi, tiba-tiba ada pembunuhan Nasruddin, Antasari kena. Lalu, kasus cicak-buaya, mafia pajak, Century, dan sekarang Susno ditahan,'' jelasnya.

Saat dukungan terhadap Susno menguat, seperti dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud M.D., polisi mencari isu baru. ''Kalau soal teroris, ini kan sebenarnya sudah lama ada. Polisi menunggu saja momentum. Masyarakat juga tahu dan sudah dewasa,'' tuturnya.

Secara terpisah, komisioner Komnas HAM Dr Saharuddin Daming juga menilai pengungkapan kasus terorisme tersebut adalah upaya pengalihan isu semata. Menurut dia, Polri terindikasi mengungkap kasus-kasus besar bersamaan dengan munculnya sorotan media terhadap kondisi internal.

''(Kasus terorisme) ini (diungkap) agar publik mengabaikan penahanan secara sewenang-wenang terhadap Susno Duadji dan pembelokan isu semata,'' ujar Saharuddin.

Dia mempertanyakan prosedur tetap penangkapan teroris yang dilakukan Densus 88 yang selama ini selalu menewaskan tersangka. Dia menyebut hal itu tidak lebih dari sekadar pembantaian aktivis Islam untuk berlindung dari isu mafia hukum.

Karena itu, ungkap dia, Komnas HAM akan merekomendasikan kepada DPR untuk segera membentuk panja guna mengevaluasi kinerja Polri. ''Tak cukup mengevaluasi, tetapi juga mengusut abuse of power dan arogansi oknum pejabat Polri yang merugikan masyarakat luas,'' usulnya.

Panja DPR, lanjut dia, harus mengagendakan revisi KUHAP dan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri. Kedua undang-undang tersebut dinilai terlalu memberikan kepercayaan dan kekuatan berlebihan kepada pejabat Polri dengan wewenang penegakan hukum. ''Akhirnya justru banyak disalahgunakan dengan mengatasnamakan penegakan hukum. Itu buktinya, semua yang dituding teroris langsung ditembak mati,'' katanya.

Selain itu, pemerintah perlu merevisi UU tentang kejaksaan, peradilan umum, dan advokat. Meski dibuat pascareformasi, kultur yang dibangun dalam UU tersebut masih bernuansa Orde Baru dengan ciri khasnya yang represif dan otoriter. ''Parahnya lagi, UU itu memberikan wewenang yang sangat luas,'' ungkapnya.

Komnas HAM sangat berharap DPR periode ini berani mengubah sistem penegakan hukum melalui penggunaan hak inisiatif atas semua UU penegakan hukum. Menurut Saharuddin, sudah tidak ada lagi cara mengobati penyakit kronis penegakan hukum. Kecuali, DPR mengubah UU penegakan hukum yang tadinya dimonopoli secara absolut oleh lembaga penegakan hukum.

Dia mengusulkan adanya lembaga lain yang diberi kewenangan memproses secara hukum oknum penegak hukum yang melanggar. Jadi, tidak boleh lagi anggota Polri yang melanggar hukum diselesaikan oleh Propam atau investigasi dari Polri sendiri yang sangat subjektif.

''Saya mengusulkan fungsi reserse dan kriminal tidak dilekatkan pada Polri. Kita perlu membentuk badan tersendiri, seperti di Amerika Serikat yang disebut FBI. Jadi, Polri cukup kamtibmas saja,'' usulnya. (rdl/zul/c2/dwi)[ JAWA POS/Minggu, 16 Mei 2010 ]

Jumat, 14 Mei 2010

Tak Khawatir Dicurigai Densus 88, Konsisten pada Amanah

Ustadz Hasyim Abdullah, sejak 2001 Melayani Napi Kasus Terorisme

SETIA: Sudah delapan tahun Ustaz Hasyim Abdullah melayani narapidana terorisme. Aktivitas ini dilakoni sejak bergabung dengan Tim Pembela Muslim 2001.(jpnn)

Nama Ustaz Hasyim Abdullah sangat dikenal di kalangan ikhwan yang terbelit tudingan kasus terorisme. Dia terlibat pembelaan dalam sidang hingga melayani kebutuhan mereka di penjara. Inilah sikap dan pandangannya soal cap teroris itu.

RIDLWAN HABIB, Jakarta

SUARA tilawah Alquran yang dilantunkan tiga puluh santri secara bersama-sama terdengar merdu dan padu. Siang itu Sabtu (10/10), mereka sedang membaca Surat At Taubah, surat urutan kesembilan Alquran yang banyak membahas tentang pengampunan Allah.

Mereka adalah sebagian santri Pondok Pesantren Missi Islam di bilangan Koja, Jakarta Utara. Lokasinya di tengah permukiman padat penduduk. Bangunan pondok tersebut sederhana. Ada sebuah lapangan bulu tangkis di pelatarannya.

’’Saat ini ada 246 santri dari seluruh Indonesia yang belajar di sini,’’ jelas Ustaz Hasyim Abdullah, pengasuh pondok tersebut.

Sejak 1983, pria asal Malang, Jawa Timur itu, tinggal di wilayah tersebut. Selain menjadi pengasuh pondok, dia aktif sebagai anggota dewan syura Tim Pengacara Muslim (TPM). Karena amanahnya sebagai bagian dari TPM, sejak 2001, Hasyim mendampingi orang-orang yang dituduh terlibat kasus terorisme.

’’Kalau Densus sekarang membagi-bagi istilah ada operator, ada kurir, ya saya ini kurir. Tapi, hanya kurir beras dan lauk-pauk untuk ikhwanyang di dalam (di penjara, Red), tak lebih dari itu,’’ katanya, lantas tersenyum.

Hasyim sekarang mendampingi puluhan napi kasus teror yang masih berada dalam penjara. ’’Di Nusakambangan ada 15, di Cipinang lima orang, di Polda ada 11 orang,’’ ungkapnya.

Saat Abu Bakar Ba’asyir tersangkut kasus hukum terkait pelanggaran imigrasi pada 2001 sampai bebas 14 Juni 2006, Hasyim juga setia mendampingi. Saat itu, dia ditugaskan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) sebagai asisten pribadi Ba’asyir. Trio kasus bom Bali, Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas, juga difasilitasi Hasyim sampai proses hukumnya selesai dan dieksekusi.

’’Densus tentu paham posisi saya. Kalau dicurigai, mungkin saja. Tapi, saya konsisten saja dengan amanah ini,’’ tegasnya.

Jika ada kebutuhan ikhwan-ikhwan yang mendesak, Hasyim akan mengusahakan. Dananya berasal dari infak umat Islam atau perorangan. ’’Kalau dulu, memang beras dan lauk-pauk diusahakan dibawa dari luar. Sebab, di dalam memang di bawah standar. Istilahnya, nggak ada garamnya. Tapi, sekarang alhamdulillah, sudah ada perbaikan. Sudah ada rasa asinnya,’’ ujarnya.

Dia mencontohkan, di Lapas Cipinang, kantin di dalam penjara sudah beroperasi. Para napi teroris memang tetap membawa beras dan lauk-pauk sendiri, tapi dimasak oleh pengelola kantin. ’’Format baru kamar atau selnya tidak memungkinkan lagi untuk memasak sendiri,’’ jelas Hasyim yang hampir dua minggu sekali berkeliling ke tahanan demi tahanan itu.

Bertahun-tahun bergaul dengan para ikhwan, dia tahu banyak cerita tentang mereka. Termasuk, tentang ’’pembinaan’’ oleh polisi. Istilah Densus 88, program deradikalisasi. ’’Memang saya dengar ada. Tapi, jangan salah lho, mereka (para ikhwan, Red) itu berangkat dari pemahaman akidah tentang jihad dan dakwah. Jadi, tidak bisa dihilangkan dengan hipnosis atau yang semacamnya,’’ tegasnya.

Dia menyatakan, polisi sering melakukan pendekatan personal dengan para ikhwan di penjara. Misalnya, mencukupi kebutuhan finansial mereka, membiayai jika ada keluarga yang sakit, atau membiayai sekolah anaknya. ’’Itu pilihan masing-masing. Mereka sebenarnya orang front, orang militer. Jadi, kalau dipaksa hidup normal, harus diakui, secara permodalan mereka lemah,’’ tuturnya.

Namun, dia menegaskan, masih banyak ikhwan yang tetap mandiri dan menolak bantuan polisi. Sebagian di antara mereka yang sudah keluar, walau dengan susah payah, akhirnya juga bisa hidup normal dan kembali ke masyarakat dengan baik.

’’Verifikasinya memang susah. Tidak bisa hanya dilihat dari penampakan luar,’’ katanya. Misalnya, celana di atas mata kaki (isbal), gamis atau jubah, jenggot, serta tanda bekas sujud di dahi tidak bisa dikaitkan dengan kelompok itu. ’’Di sini,’’ katanya sambil memegang dada untuk menjelaskan akidah sebagai penentu.

Bahkan, Hasyim pernah menerima curhat (keluhan) dari seorang terpidana kasus terorisme yang telah bebas. ’’Saya ini repot, Pak Hasyim. Di kalangan ikhwan, saya dicurigai. Tapi, oleh Densus, saya diinteli terus,’’ ungkapnya menirukan ikhwan tersebut.

Keluhan itu disampaikan saat kebetulan bersama-sama membesuk Imam Samudera cs di Nusakambangan. ’’Saya bilang, sabar saja, itu ujian,’’ katanya.

Sebenarnya, jelas Hasyim, tanpa program deradikalisasi pun, napi-napi tersebut sudah ’’bersih’’. ’’Mereka itu dai. Di penjara adalah ladang dakwahnya. Mereka membina napi yang lain,’’ tegas Hasyim.

Dia mengungkapkan, almarhum Amrozi bisa menyadarkan banyak napi kelas kakap untuk insaf dan bertobat. ’’Sekarang, hal itu dilanjutkan oleh yang masih dalam tahanan. Bahkan, napi pembunuh pun disadarkan,’’ ungkapnya.

Dia mencontohkan seorang residivis di Nusakambangan yang selalu menganiaya teman satu selnya hingga luka berat. Begitu seterusnya, tiap ganti sel, selalu saja ada yang luka. ’’Tapi, begitu satu sel dengan ikhwan kami, dia sadar. Sekarang, dia rutin mengaji. Setiap hari tilawah Alquran,’’ ujarnya.

Di setiap penjara (Batu, Permisan, Cipinang, maupun Polda Metro), kata Hasyim, ikhwan-ikhwan tersebut mengajari baca Alquran serta tata cara wudu dan salat. ’’Ormas-ormas yang dipercaya Dirjen Lapas mengelola pembinaan agama berterima kasih kepada ikhwan-ikhwan itu. Walaupun disebut teroris, di setiap penjara, mereka disegani dan mampu mengubah orang menjadi lebih baik,’’ jelasnya.

Hasyim menyesalkan masyarakat terlalu percaya pada propaganda dan definisi Amerika Serikat tentang terorisme. ’’Ini sebenarnya soal sebab akibat. Mereka itu bukan teroris, tapi mujahid. Selama ini tidak pernah tuntas dicari solusi penyebabnya. Untuk kasus Indonesia misalnya, hingga kini belum jelas pengungkapan dalang kasus Ambon atau Poso dan umat Islam selalu disalahkan. Juga di Afghanistan, Palestina, Iraq, Thailand Selatan, serta tempat-tempat lain,’’ tegasnya.

Hasyim yakin mereka yang dianggap teroris punya prinsip sendiri. ’’Kita boleh tidak sepakat karena di sini (Indonesia) adalah wilayah aman. Tapi, menolak jenazahnya adalah juga sebuah kejahatan dan pelanggaran berat HAM serta dosa besar di sisi Allah,’’ tuturnya.

Selama akar teror, yakni ketidakadilan, tidak dicarikan solusi, Hasyim pesimistis ada perdamaian sejati. ’’Sekarang ini semu saja perdamaiannya. Pemerintah terlau fobia dan menutup-nutupi kasus-kasus itu. Tokoh-tokoh sentral seperti almarhum Noordin juga dibunuh, sehingga tak jelas bagaimana sebenarnya. Bisa saja ini rekayasa dan skenario intelijen,’’ tegasnya. (nw/jpnn/kaltimpost)

Foto:www.kaltimpost.co.id

Selasa, 11 Mei 2010

Negeri Tidak Toleran Mengajari Umat Islam Toleransi
Tuesday, 20 April 2010 20:24
E-mail Print PDF

Banyak dana dari Barat mengalir ke Indonesia untuk mengembangkan sikap moderat pada umat Islam. Anehnya, di negeri Barat justru sedang berkembang sikap memusuhi Islam



Hidayatullah.com—Aktivisi Islam liberal Ulil Abshar Abdalla ikut maju dalam pencalonan Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 NU di Makassar, 23-28 Maret 2010. Ia maju bersama sejumlah calon lainnya, Said Aqil Siradj, Salahuddin Wahid, Masdar F Masudi, Ali Maschan Moesa, dan Slamet Effendy Yusuf.

Namun langkah Ulil kemudian terganjal oleh tata tertib pencalonan Ketua Umum PBNU. Sebagian isi tata tertib itu menyebutkan calon ketua umum tidak terlibat Jaringan Islam Liberal. Disebutkan dalam Pasal 22 Ayat 3 bahwa, "Seorang calon tidak sedang menjabat sebagai pengurus harian partai politik dan tidak merangkap ormas yang secara langsung dan tidak langsung bertentangan dengan paham ahlusunnah wal jamaah dan Jaringan Islam Liberal."

Ulil pun sempat kecewa dengan munculnya pasal “penghadangan” ini. "Seharusnya anak muda NU perlu mendapat bimbingan. Bukan malah dibuang," ujarnya dikutip Kompas.com. Namun ia mengaku lega, persyaratan tidak pernah terlibat pada organisasi Jaringan Islam Liberal (JIL) akhirnya dihapus dalam Tatib, walau langkahnya untuk maju tetap tidak mulus. Terpilih sebagai Ketua Umum periode 2010-2015 KH Dr. Said Aqil Siradj.

Kehadiran Ulil Abshar Abdalla dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU ini bukan datang secara tiba-tiba. Sebagaimana dimuat dalam portal Washington Post pada 25 Oktober 2009, Ulil sudah mempersiapkan diri maju jauh hari sebelumnya. Disebutkan, Ulil agaknya capek dijuluki antek Amerika. Untuk itu ia ikut pemilihan Ketua Umum PBNU. Ia memang tidak terlalu berharap menang, tapi ingin "terlibat dalam arus utama dan bukan hanya sebagai orang pinggiran saja."

Ulil antek Amerika Serikat? Julukan ini mungkin saja tidak salah. Ia memang digadang-gadang oleh Amerika sebagai model dari kelompok Islam moderat. Pada tahun 2002 Ulil diterbangkan ke Washington untuk bertemu dengan para pejabat di Kementerian Luar Negeri dan Pentagon, termasuk Paul D Wolfowitz, yang ketika itu menjadi Deputi Menteri Pertahanan dan mantan Dubes AS di Jakarta.

Sebelumnya pada 2001 atas pendanaan dari Asia Foundation, ia mendirikan Jaringan Islam Liberal. Kegiatan organisasi itu di antaranya menyiarkan acara di radio 1 kali sepekan, yang di antara materinya mempertanyakan tafsir literal ayat-ayat suci tentang wanita, homoseksual, dan doktrin-doktrin dasar.

JIL juga membeli jam siar televisi nasional untuk menayangkan video yang menggambarkan Islam sebagai agama yang memiliki "banyak warna" dan menyebarkan selebaran yang mengusung ideologi liberal di masjid-masjid. "Kami ingin melawan pemikiran kelompok garis keras," kata Ulil Abshar Abdalla, sebagaimana ditulis pada portal WP itu.

Intervensi AS

Setelah berakhirnya Perang Dingin antara negara-negara Barat dan negara-negara penganut ideologi Komunis pada awal tahun 1990-an, berkaitan runtuhnya negara Uni Sovyet dan berubahnya ideologi negara-negara Eropa Timur, tampaknya Barat mulai memusatkan perhatiannya pada (negara-negara) Islam. Ini sejalan dengan teori yang disampaikan Samuel P. Huntington dalam buku Clash of Civilizations, ketika perang ideologi antara negara penganut ekonomi pasar bebas dan komunis berakhir, maka poros konflik utama di dunia berikutnya berkaitan dengan faktor kultural dan keyakinan agama, di antaranya Islam.

Persoalan terhadap (negara) Islam mulai dapat dirasakan saat konflik antara AS dan Irak pada tahun 1991. Pendanaan untuk “menghadapi” dunia Islam pun mulai dipersiapkan. Asia Foundation yang didirikan sebagai lembaga non-governmental organization pada tahun 1950 untuk memberikan bantuan guna melawan komunisme, mengalihkan misinya melakukan perlawanan terhadap Islam garis keras di Indonesia, sebagai bagian dari program USAID yang diberi nama Islam dan Masyarakat Beradab. Program itu dimulai sebelum terjadinya serangan 11/9 (serangan terhadap gedung WTC di New York pada 11 September 2001), namun menjalankan aktivitasnya setelah peristiwa itu.

Ini akan sangat berbeda jika melihat kebijakan AS pada tahun 1980-an. Ada satu cerita menarik mengenai hal ini. Di 1980-an itu, Nasir Tamara, seorang cendekiawan muda Indonesia memerlukan uang untuk membiayai sebuah studi tentang Islam dan politik. Dia mendatangi kantor yayasan AS, Ford Foundation, di Jakarta meminta bantuan.

Namun ia pulang dengan tangan hampa. AS mengatakan padanya, "tidak tertarik dengan Islam."

Penampikan kasar itu datang dari ibunda Presiden Obama, Ann Dunham, seorang pakar antropologi AS yang tinggal di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Dunham, yang wafat tahun 1995, memusatkan perhatian pada isu-isu pembangunan ekonomi, bukan pada masalah agama dan politik --sebuah subyek sensitif di negara yang ketika itu dipimpin seorang otokrat sekular.

"Pada saat itu mengkaji Islam tidak lazim," kata Tamara mengenang. Sekarang, Indonesia adalah negara demokrasi dan peran Islam menjadi salah satu isu terpenting bagi kebijakan AS terhadap negara yang jumlah muslimnya melebihi Mesir, Suriah, Yordania, dan gabungan seluruh negara Arab dan Teluk Persia. Praktik-praktik Islam di Indonesia saat ini menjadi perhatian sangat penting bagi AS, agar kepentingan negara itu di negara ini tidak terganggu.

"Ini adalah perang pemikiran, seperti apa Indonesia diinginkan di masa depan," kata Walter North, Kepala U.S. Agency for International Development (USAID) Jakarta. North mengenal Dunham ketika ia tinggal di Indonesia tahun 1980-an.

Kebijakan yang diterapkan AS ini lantas memicu pertanyaan: haruskah Amerika menjaga jarak atas dunia Islam di seluruh dunia, atau ikut terjun untuk mendukung muslim yang memiliki kesamaan pandangan dengan Amerika?

Nyatanya untuk mendapatkan mendapatkan cara pandang yang sama antara negara Islam dan kebijakan AS, guna AS dapat melaksanakan kepentingannya di negara-negara muslim tersebut, akhirnya ikut terjun memberikan dukungan terhadap muslim yang memiliki pandangan sama dengan AS.

Segera setelah serangan 11 September, Washington mengucurkan uang dan janji guna menyokong kelompok muslim 'moderat' untuk melawan apa yang disebut Bush sebagai "ideologi yang nyata dan mendalam" dari Islam-fasis. Di samping The Asia Foundation, C. Holland Taylor, bekas eksekutif bidang telekomunikasi dari Winston-Salem, Carolina Utara, lewat lembaganya LibForAll Foundation mempromosikan “budaya kebebasan dan toleransi".

Taylor, yang bisa berbahasa Indonesia, mendapatkan dukungan dari orang-orang ternama, termasuk mantan Presiden RI Adurrahman Wahid, dan seorang artis pop yang mengeluarkan lagu hit Laskar Cinta, dengan semboyannya "No to the warriors of jihad! Yes to the warriors of love" (Katakan tidak untuk Laskar Jihad , katakan ya untuk Laskar Cinta).

Taylor lalu membawa Wahid ke Washington, bertemu dengan Wolfowitz, Wakil Presiden AS Richard B. Cheney, dan lainnya. Taylor juga merekrut seorang sarjana Quran reformis dari Mesir untuk membantu mempromosikan "kebangkitan pluralisme Islam, toleransi, dan berpikir kritis."

Dana datang dari orang-orang kaya AS, termasuk pewaris kekayaan pengusaha pakaian dalam Hanes dan beberapa organisasi Eropa. Taylor dalam pernyataannya di Jakarta, menolak menyebutkan penyumbang terbesarnya yang berasal dari AS.

Dia mengatakan, dirinya telah berulang kali meminta uang kepada pemerintah AS, tapi hanya mendapatkan 50.000 dollar, hadiah dari Unit Kontraterorisme Departemen Luar Negeri.

"Anda tidak bisa memenangkan perang dengan uang segitu," kata Taylor. Ia pun membuat 26 seri film dokumenter dengan tujuan menghilangkan doktrin Islam garis keras. "Orang-orang di Washington lebih suka berpikir, bahwa jika kita tidak melakukan apa-apa, maka kita akan baik-baik saja: penggal saja kepala-kepala para teroris dan semuanya akan beres."

Agaknya tidak salah adanya asumsi tangan-tangan asing mengobok-obok praktik-praktik keagamaan umat Islam. Obok-obok itu rupanya tidak hanya sebatas dalam praktik politik dan ekonomi saja, tetapi lebih dari itu. Sayangnya ada dari kalangan umat Islam yang justru patuh pada “Tuan Besar”nya.
Sejatinya sikap radikalisme dalam umat Islam hanya sebatas reaksi dari “kekotoran tangan” yang dilakukan pihak luar. Dalam sejarah hubungan antaragama dan sosial, justru umat Islam lebih menjaga toleransi terhadap pihak lain. Di pihak yang merasa jawara dalam praktik demokrasi dan mengaku beradab, justru antidemokrasi dan antiperadaban dengan praktik memusuhi umat Islam di negeri mereka sendiri. Itulah yang sedang terjadi saat ini di AS dan negara-negara Eropa saat ini. [Washington Post/si/www.hidayatullah.com]

Gambar: Kompas.com